CICO CIMAHPAR RESORT

cicoAwalnya CICO Cimahpar adalah sebuah tempat pusat data informasi penyelematan dan pelestarian lingkungan dan satwa liar di Indonesia. Sudah berjalan lebih dari lima tahun kawasan ini kerap digunakan untuk penelitian satwa liar terutama orang utan. Lingkungan yang begitu asri dan rimbun ini membuat banyak kalangan betah berlama-lama melakukan riset sekaligus menyelenggarakan berbagai pertemuan dan rapat kerja. Tidak sedikit pula pengunjung datang untuk sekedar berekreasi melepas kepenatan. Peluang itu pun segera direspon pengelola dengan membangun berbagai fasilitas penunjang acara pertemuan. Diantaranya menambah jumlah cottage dan ruang pertemuan yang nyaman untuk seminar, lokakarya, pendidikan dan pelatihan serta peluncuran produk komersial.

Perusahaan susu terkemuka di Indonesia Frisian Fag Indonesia pada Mei hingga November 2008 lalu mengadakan outbound karyawannya di tempat ini. Sebelumnya juga PT Buni Karya Artha mengadakan pelatihan migas untuk para surveyor dari beberapa propinsi di Indonesia. Begitu pula dengan Palang Merah Indonesia Pusat kerap mengadakan acara pelatihan pertolongan pertama di sini.

Kendatipun telah menjadi sebuah resort, Cico Cimahpar tetap menjalankan fungsinya sebagai pusat konservasi alam dan satwa liar. Justru keanekaragaman hayati inilah yang inilah yang menjadi nilai tambah Cico dari sekedar sebuat resort. Di sini pengunjung dapat memperlajari secara langsung bagaimana upaya pelestarian lingkungan. Selain itu letak yang tidak begitu jauh dari akses tol ini inipun menjadi salah satu keunggulan Cico. Dari pintu tol Bogor, Anda hanya membutuhkan waktu sekitar 10 menit untuk sampai di tempat ini.

  • 3 ruang pertemuan berkapasitas 60 – 100 orang
  • Dormitory 120 kasur
  • 10 unit cottage
  • Free akses internet WIFI
  • 2 area outdoor berkapasitas sekitar 200 orang untuk aneka kegiatan : outbond, gathering, kemah, dan sebagainya
  • Perpustakaan dan toko buku
  • Toko souvenir khusus tentang konservasi lingkungan hidup
  • Fasilitas olah raga : lapangan bulu tangkis, volley, basket, futsal dan jogging track

Alamat

Jl. Tumenggung Wiradireja 216,
Cimahpar, Bogor Utara
T . +62 251 8657220 / 8657208 EX: 10 / 8656765 (Marketing)
F : +62 251 8655727
E : marketing@mitrakonservasi.co.id
http://www.mitrakonservasi.co.id

Tinggalkan komentar

Filed under Hotel MICE

Sentul City Convention Centre (SCCC)

Bogor Timur saat ini tidak saja merupakan kawasan perumahan, pendidikan, dan bisnis, tetapi juga kawasan aktivitas MICE yang diprediksi pamornya akan mendunia. Munculnya Sentul City Convention Centre (SSCC) yang direncanakan resmi dilucurkan pada Maret 2009 inilah yang menggebrak kawasan kota pegunungan itu. Bagaimana tidak, SCCC yang dikelola oleh Coldwell Banker Indonesia ini didesain bukan hanya sekedar gedung pertemuan multi fungsi, melainkan gedung spesialis event akustik.

pc1200331Berdiri di atas tanah seluas 6,8 hektar itu, gedung ini memiliki Audiotorium berkapasitas 10.000 tempat duduk. Untuk tempat duduknya saja didesain khusus dari Inggris dengan rakitan Malaysia. Kursi-kursi itu berbentuk elips mengitari panggung yang juga dilengkapi dengan screen besar. Pengelola memang tidak tanggung-tanggung merancang Audiotorium yang representative untuk event-event akustik berstandar internasional. Penyelenggara konser musik pun mulai melirik tempat ini. Di awal Desember 2008 ini, konser musik Tiga Diva tampil untuk menghibur lebih dari 5.000 agen marketing Prudential dalam acara bertajuk “Prudential Rock Concert”.. Kemudian, sekitar lebih dari 10 ribu jamaah Nasrani juga mereservasi venue ini untuk perayaan natal mereka yang berlangsung selama 3 hari.

Itu baru Audiotorium, SCCC juga memiliki hall yang dapat digunakan untuk pameran, gathering, pesta pernikahan dan sebagainya. Daya tampung hall ini bisa lebih dari 1.400 orang. Untuk menuju SCCC, dari arah Jakarta Anda akan sangat mudah mencapainya melalui akses tol. Letak SCCC ini tidak jauh dari pintu tol Sentul Selatan, berdekatan dengan Mall Belanova.

  • Audiotorium sangat representative untuk konser musik akustik, berkapasitas hingga 10.000 tempat duduk permanent plus panggung
  • 4 hall (A-D) berkapasitas hingga 1.400 orang, untuk aneka event dan pernikahan
  • Akses internet
  • 2 tempat untuk loading barang pemeran
  • Ruang VIP
  • Layanan bisnis
  • Area parkir memuat sekitar 3.000 kendaraan

Alamat

Area Sentul City

T/F : +62 21 8795 0673

Tinggalkan komentar

Filed under venue

THE WESTIN RESORT

Hotel resort yang dibangun bersamaan dengan Bali International Convention Centre (BICC) ini memang disiapkan khusus sebagai akomodasi para tamu di BICC. Berada dalam satu kawasan, mirip dengan Jakarta Convention Centre (JCC) dan Hotel Sultan di Jakarta. Bedanya, BICC ini dibawah manajemen The Westin westinResort sehingga dalam penyebutannya kerap disandingkan : BICC Westin Nusa Dua. Kendati begitu, sebagai satu-satunya hotel di Nusa Dua yang memiliki Convention Centre, Westin memiliki formula khusus demi menarik para tamunya. Love your family menjadi tagline hotel yang berada dalam Star Wood Group ini. Di hotel yang berdiri di atas lahan 9 hektar ini Anda dapat merasakan pengalaman dan sensasi yang berbeda. Tidak sekedar hotel tempat menginap. Di sini Anda dapat belajar menari dan bahasa Bali. Bukan itu saja bagi para tamu yang berwisata bersama keluarga, tersedia program dinner orang tua, dimana putra-putri Anda bisa dititipkan ke kids club yang menyediakan beraneka ragam permainan menarik. B eragam program destinasi lainnya dapat Anda nikmati sesuai permintan.

Lokasi yang begitu asri dengan hamparan hijaunya lanskap perkebunan berpadu dengan kemilau pasir putih Nusa Dua menjadikan tempat ini begitu romantis untuk wedding party. Bagi Anda penggemar golf juga dapat bermain golf di Bali Golf & Country Club yang terletak hanya 1 kilometer dari hotel. Resor ini memang menjadi tempat ideal bagi Anda yang ingin mengadakan meeting sekaligus berwisata bersama keluarga.

FASILITAS

· 346 kamar lengkap dengan Heavenly Bed. Tiap kamar memiliki balkon dengan pemandangan langsung ke kolam renang dan pantai.

· Beberapa ruang pertemuan kecil

· Area outdoor (garden) untuk wedding party

· Arena bermain anak (kids club)

· Water sports & land tour : rafting, scuba diving, horseback riding, jungle trek

· Arena olah raga : kolam renang, lapangan tenis

· Pusat kebugaran dan spa

· Akses mudah menuju Bali Golf (hanya jalan kaki dari hotel)

Alamat :

P.O. Box 36, Nusa Dua 80363, Bali

Tel: (62 361) 771 906 Fax: (62 361) 771 908
http://www.westin.com/bali

Tinggalkan komentar

Filed under Hotel MICE

BALI INTERNATIONAL CONVENTION CENTRE (BICC) NUSA DUA

biccAdalah venue yang sangat representative untuk berbagai kegiatan MICE. Sejak awal pendiriannya tahun 1991, BICC yang berdiri di pusat kawasan percontohan pengembangan pariwisata Bali ini memang telah dirancang sebagai venue bertaraf internasional. Memiliki 17 ruang meeting berkapasitas hingga 2.500 orang (theater style) ini kerap menjadi langganan sejumlah konferensi internasional. Sebut saja Konferensi PBB untuk perubahan iklam bulan Desember tahun 2007 yang menghadirkan ribuan delegasi dari 189 negara. Hamparan pasir putih nan berkilau terpantul cahaya matahari memang menjadikan kawasan ini begitu eksotik. Hanya di BICC lah satu-satunya convention centre yang terletak di pinggir pantai di Bali. Tak heran jika sejumlah delegasi yang pernah meeting di tempat ini membekaskan kerinduan untuk kembali. Memang tak lama berselang dari konferensi tersebut, sejumlah delegasi dari 140 negara yang tergabung dalam United Nations Convention against Corruption (UNCAC) atau konferensi PBB untuk pemberantasan masalah korupsi ini mengadakan konferensi di sini.

Lokasi tepat di pinggir pantai Nusa Dua yang terkenal bersih memang memberikan aura tersendiri bagi yang ingin mengadakan event.. Anda dapat menggelar pameran baik di dalam ruangan maupun luar ruangan yang menghadap langsung ke pantai. Pengelola juga telah menyiapkan gudang khusus penyimpanan logistic pameran dan tempat loading barang yang representative sebagaimana layaknya convention centre. Tim pendukung event siap melayani kebutuhan penyelenggara event secara professional.

Jarak BICC dari kota Denpasar sekitar 30 km dan 10 km dari Bandara Internasional Ngurah Rai. Tak jauh dari BICC terdapat puluhan hotel berbintang, kawasan belanja dan hiburan, restoran yang cukup berkelas.

Fasilitas

· 17 ruang meeting. Hall utama, Nusa Indah Hall berkapasitas 2.500 theather, 1.200 classroom style.

· Ruang auditorium berkapasitas 506 kursi.

· Panggung pertunjukan untuk musik, kesenian, dan teather

· Pelayanan teknis manajemen konferensi, konvensi, dll untuk setting ruangan, teknisis audiovisual, tim kreatif dan sebagainya.

· Area pameran seluas 2.700 m2 dan mudah dijangkau akses kendaraan : 2 ruang khusus pameran, luas per ruangan 1.350 m2, pameran luar ruangan seluas 2.000 m2 (outdoor).

· Boanded warehouse

· Pusat bisnis dan komunikasi : layanan kesekratariatan, terjemahan bahasa lengkap dengan audio translator, layanan telekonferensi

· Akses broadband internet

· Ruang penyelenggara event (Event Organizer)

· Layanan tour

Alamat :

P.O. Box 36, Nusa Dua Beach 80363 Bali, Indonesia
Tel : (62 361) 771 906 Fax. (62 361) 772 047

Email : bicc@bali-convention.com, bicc@indo.com

Tinggalkan komentar

Filed under venue

Indonesia Japan Expo : Ketika Kekuatan Media Memulas Sebuah Event

Perhelatan persahabatan dua negara ini tergolong sukses menghadirkan ratusan ribu pengunjung. Media, jadi kekuatan sentral mobilisasi pengunjung, selain faktor pengemasan acara yang menarik dan fanatisme yang tinggi terhadap budaya Jepang.

Berbicara soal kekuatan media jadi teringat kisah Kaisar Prancis Napoleon Bonaparte yang sangat takut terhadap jurnalis bersenjata pena dibandingkan seribu tentara dengan bayonetnya. Kaisar yang sukses mengantarkan Prancis menjadi negeri yang terkenal itu begitu mempercayai kekuatan untaian tinta seorang jurnalis yang sangat dahsyat menggetarkan opini masyarakat secara ekspansif. Kalau kata Mathin Luther, media cetak adalah anugrah tebesar dari Tuhan untuk manusia selain keselamatan. Karena media cetaklah, puluhan juta jiwa masyarakat Amerika dibaptis. Mereka berbondong-bondong memeluk nasrani karena terpengaruh dari bacaan rohani yang didapat dari majalah, buku, dan traktat.

dsc_31581Perayaan 50 tahun hubungan persahabatan Indonesia-Jepang (Indonesia Japan Expo) ini pun telah membuktikannya. Tidak dipungkiri pameran yang dikemas dalam parade budaya ini sukses besar mendatangkan sekitar 150 ribu pengunjung. Media dinilai berkontribusi besar dalam mempopulerkan event ini. Tidak tanggung-tanggung, hampir setiap acara selama sembilan hari pelaksanaan, Kompas yang memang selaku penyelenggara perhelatan ini, memberitakan full pada halaman pertamanya (headline).

Ini terbukti dari kuisioner yang disebar kepada sekitar 432 responden, sebanyak 54% pengunjung mengaku mengetahui IJE dari media cetak. Dari angka tersebut, 99%-nya didominasi dari pemberitaan Kompas. Artinya, hampir seluruh pengunjung IJE datang karena pemberitaan yang terus-menerus di Kompas. Selebihnya, sekitar 1 %, mereka dapatkan dari Warta Kota. Keduanya memang surat kabar terbesar negeri ini. Pengaruh referensi teman berada di peringkat kedua yaitu sebesar 33% yang membuat pengunjung berbondong-bondongnya mengunjungi event tersebut.

Untuk acara pembukaan saja, jumlah pengunjung sekitar 20 ribu orang. Ini dihitung dari tiket yang terjual saja ada sebesar 15.137 orang. Selebihnya sekitar 600 orang berasal dari tamu undangan. “Untuk sebuah pameran kebudayaan, jumlah tersebut tergolong sangat besar,” tutur AdeYogaswara D, Research & Development (R&D) Dyandra Promosindo. Terlebih lagi jika dilihat dari factor lokasi pameran yang memang berada di pinggiran Jakarta, angka tersebut sangat fantastis.

Meski diakui Irvan Mahidin, Project Manager IJE, jumlah pengunjung pada hari-hari biasa tidak sebesar di hari pertama pembukaan. Jika dirata-rata terhitung 5.000 pengunjung perharinya. Menjelang weekend jumlah pengunjung rupanya merangkak naik dan mencapai puncaknya di hari akhir pameran.. Tepatnya pada Sabtu dan Minggu, 100 ribu tiket sold out (terjual habis) sehingga penyelenggara harus menambah hingga 50 ribu tiket lagi.

Rasa penasaran ingin membuktikan apa yang ditulis Kompaslah yang membuat sebagian besar pengunjung datang. Selain factor lain yaitu adanya fanatisme komunitas local pecinta budaya Jepang yang kini semakin marak bertumbuhan. Sebut saja Anime (katun), Manga (komik), Tokusatstu (jagoan kartun), cosplay (costum player/ berpakaian meniru sebuah karakter), pecinta band L’arc-en Ciel, Igo (catur Jepang) dan sebagainya. Komunitas yang ‘beranak’ dari milis ke milis ini memang memiliki kecintaan besar terhadap pernak-pernik budaya Jepang. Ikatan diantara mereka pun sangat kuat. Dimana pun dan kapanpun acara festival budaya Jepang digelar, mereka pasti datang. Ini diamini Edwin, anggota komunitas IGO yang memasang stand untuk workshop dan turnamen komunitas IGO di IJE. “Ini kesempatan kami mengenalkan IGO sekaligus ajang kumpul komunikasi IGO di Jakarta,” paparnya. Nyatanya memang, pengunjung banyak yang antusias ingin mengetahui dan mengikuti workshop gratis di standnya. Tiap harianya ada sekitar ratusan pengunjung berkunjung ke standnya untuk tanya-tanya ataupun ingin belajar IGO.

Sebagai sebuah media besar, Kompas pun membuat agenda setting pemberitaan tentang isu-isu hemat energi dan pemanasan global yang tengah digandrungi. Bahwa masyarakat kita sedang mencari upaya solutif terhadap permasalahan energi dan pemanasan global. Tak heran ketika kompas menulis tentang Shinkansen yaitu kereta peluru supercepat yang ramah lingkungan dan hemat energi ini membuat penasaran pembacaya. “Semula ekspektasi kami sekitar 30 ribu pengunjung bakal memadati Shinkansen. Ternyata pengunjung yang datang mencapai 50 ribu orang,” ungkap Irvan yang mengaku cukup kerepotan mengantisipasi membludaknya pengunjung kereta berkapasitas 400 orang itu. “Kalo Indonesia punya kereta ini, saya akan berhenti naik kendaraan pribadi,” ujar salah seorang pengunjung yang mengakui penasaran ingin melihat Shinkansen setelah membaca tulisan Kompas.

Shinkansen memang menjadi daya tarik sangat ampuh pada expo yang digelar dalam expo itu. Begitu puladsc_3182 ketika Kompas memberitakan upaya menyelematkan lingkungan melalui rumah ramah lingkungan yang divisualisasikan pada stand NEDO (New Energy and Industrial Technology Development), pengunjung pun banyak yang mencari-cari. Ade Yogasara kerap menemui pengunjung yang menanyakan lokasi stand bervisualisasi rumah khas Jepang itu.

Nedo sebagai sebuah lembaga yang mempunyai misi meningkatkan daya saing produk Jepang dalam pemanfaatan energi untuk mengatasi masalah lingkungan itu, memberikan solusi kepada pengunjung bahwa upaya itu bisa dilakukan dari dalam rumah. Mulai dari memilih perabotan rumah yang hemat energi hingga desain interior yang ramah lingkungan. Dalam stand itu pengunjung juga diajak untuk merasakan sensasi berada di dalam rumah Jepang sambil mengikutii segala tata caranya. Desain interior yang menarik dan terdapat unsure pelibatan pengunjung inilah NEDO terpilih sebagai stand terbaik.

Mobil electric, i-MIEV (Mitsubishi Innovative Electric Vehicle) yang ditampilkan Mitsubishi Corporation pun cukup mengundang keingintahuan pengunjung. Selama ini i-MIEV hanya ramai dalam diskusi di media. Di IJE, mobil berbahan baker listrik itu benar-benar dihadirkan. Bukan itu saja, pengunjung dapat sepuasnya tes drive di area open space yang disediakan. Kompas pun mengulasnya dengan begitu gamblang mempromosikan kecanggihan mobil yang bakal diluncurkan 2009 nanti.

Jika ditilik lagi, meski Kompas adalah penyelenggara pesta akbar dua bangsa ini tentu tidaklah melulu mem-blow up eventnya secara jor-joran bila sesungguhnya dinilai tidak menarik. Pertama, bolehlah pemberitaan Kompas berhasil mempersuasi pengunjung untuk datang. Begitu didatangi, rupanya pengunjung berkesan terhadap materi pameran dan acara yang ditampilkan. Survey pun menunjukkan, 26,2% pengunjung menilai program acara tersebut sangat baik. Penilaian tersebut menduduki peringkat kedua. Peringkat pertamanya, sebesar 30,1% adalah banyaknya produk yang ditampilkan yang sebagian besar belum pernah dilihat pengunjung.

Unsur kebaruan memang menjadi daya tarik diberitakannya suatu peristiwa. Dan, IJE memenuhi kebutuhan media itu. Contohnya, kereta super cepat, Shinkansen, kemudian Rumah Hantu (Obake), mobil elektrik i-MIEV untuk tes drive, aneka produk elektronik hemat energi, dan berbagai workshop kesenian Jepang serta aneka produk makanan baru dari industri manufaktur Jepang. Tak sedikit pengunjung yang diajak bereksperimen mencoba berbagai produk tersebut.

Selain itu, aneka hiburan kesenian dan budaya Jepang yang ditampilkan rupanya mampu menciptakan atmosfer yang menghidupkan suasana. Unsur hiburan dan materi pameran itu ternyata saling menguatkan. “Di sini, pengunjung benar-benar berwisata pameran,” ujar Irvan yang semula tidak menyangka jumlah pengunjung dapat melampaui dari yang ditargetkan yaitu sebesar 100 ribu orang.

Pengemasan program yang melibatkan partispasi aktif pengunjung sungguh berperan menjadikan event ini berbeda. Dari berbagai festival kesenian dan kebudayaan yang digelar, umumnya pengunjung hanya melihat secara pasif. Di IJE, semua pengunjung diundang untuk terlibat aktif merasakan soul-nya budaya Jepang. Seperti mereka bisa merasakan mengenakan kimono, ikut dalam kontes Harajuku yaitu fashion Jepang yang bergaya penuh kreativitas sehingga terlihat nyeleneh karena pakaian dengan warna-warni tabrakan dipadu dengan rambut bercat tidak beraturan, ikut memegang lampion, mengikuti kontes cosplay (costum player) dengan menirukan karakter tokoh idola jagoan animasi Jepang, dan sebagainya. Satu lagi dari berbagai atraksi kebudayaan yang ditampilkan tersebut benar-benar dimainkan oleh orang Jepang. Nihon No Matsuri contohnya. Ini adalah festival Jepang terlengkap dari yang pernah ada. Arak-arakan parade lampion dan lentera ini pun masuk pemberitaan Kompas halaman pertama.

Persahabatan Indonesia–Jepang rupanya tidak hanya sebatas pada kertas MOU (Memorandum of Understanding) proyek investasi dan berujung di meja-meja diplomasi, justru akulturasi budaya yang telah menguat diantara dua negara ini menjadi jiwa yang terus mempertautkan. Di Indonesia Japan Expo itulah atmosfer persahabatan dua negara itu benar-benar menyempurnakan bentuknya.

Tinggalkan komentar

Filed under Berita MICE, Hotel MICE

Sebuah Petualangan Baru Untuk yang Hobi Meeting di Kafe

Inilah tren baru kalangan eksekutif di kota metropolitan. Semboyan waktu adalah uang memang begitulah adanya. Orang semakin berkompetisi dengan waktu. Serba cepat dan praktis menjadi gaya hidup yang menggelayut begitu rentetan target proyek mendesak dipenuhi. One stop service pun jadi tagline yang semakin laris manis digelontorkan. Sebut saja SPBU (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum) Pertamina yang tengah giat menggencarkan tagline ini kepada seluruh pelanggannya. Di area SPBU itu kini Anda dapat menjumpai bukan saja toilet, mushollah, minimarket, tetapi juga kafe yang sekaligus menjadi meeting point yang seru juga untuk dicoba.

dsc_22766Sambil mengisi bahan bakar, Anda bisa bersantai-santai di kafe menikmati hidangan ringan yang lezat sekaligus ber-wifi ria secara gratis. Bahkan saking nyamannya dan praktis, membuat Amelia Putri, Business & Development PT Coca Cola Indonesia kerap mengajak timnya meeting di kafe yang dinamai Bright ini. Tempat favoritnya adalah SPBU di Jalan Pramuka lantaran letaknya tidak jauh dari kantor. Tetapi tidak jarang pula ia memakai SPBU di Gatot Subroto. “Letaknya strategis banget sehingga memudahkan kumpul dengan teman-teman untuk berkoordinasi,” ujarnya.

Baginya meeting di kafe itu sudah menjadi kebiasaan. Karena memang untuk seorang business development seperti dirinya dituntut untuk selalu kreatif. Nah, agar ide-ide kreatif itu muncul dan mengalir, mereka biasanya mencari tempat-tempat yang inspiratif dan nyaman. Tak heran jika ia kerap berpetualang dari satu kafe ke kafe lainnya. Nuansa yang santai apalagi makanannya enak justru membuat idenya terus mengucur.

Diakui Amelia, sejak kehadiran Bright Café, frekuensi mengunjungi sejumlah kafe favoritnya dahulu telah berkurang. Alasannya lebih pada praktis dan murah dibandingkan kafe-kafe ternama lainnya. Di Bright, cukup mengeluarkan uang sekitar Rp 30 ribu untuk snack dan minuman, bahkan kurang dari itu, Anda sudah dapat berselancar di dunia maya sampai kapan pun dibutuhkan. “Saya biasanya meeting di sini pagi hari sampai makan siang sekitar jam satu atau dua,” tutur Amelia yang mengaku sudah lebih dari sepuluh kali memakai Bright Café untuk meeting.

Kalau Amelia lebih pada meeting informal, lain halnya dengan Budi Seherman, Marketing di perusahaan rokok British American Tobacco (BAT) ini juga pernah memakai Bright untuk pertemuan formal yang menghadirkan sekitar 7 orang di SPBU Jalan Industri, Kemayoran dan Gatot Subroto. Dari segi kenyamanan, lokasi dan kemudahan akses internet, Bright masih representatif. Tetapi Budi mengaku untuk meeting formal di sana masih berkendala. Diantaranya, karakteristik dinding kafe yang terbuat dari kaca akrilik justru mengganggu jika harus menampilkan slide. Cahaya matahari yang terserap dinding kafe membuat pantulan cahaya pada slide sehingga gambarnya pun menjadi tidak jelas dan fokus. Screen proyektor di jalan Gatot Subroto tidak otomatis tersedia, kecuali memesan sebelumnya. Berbeda dengan di Kemayoran yang sebagian dindingnya bisa dijadikan screen secara otomatis.

Bukan itu saja, soal privasi pria yang juga hobi meeting di kafe ini masih mencatat ada kelemahan. Karena ia hanya mengundang sekitar 7 orang rekannya sehingga kafe tidak bisa digunakan optimal alias tidak pengunjung lain bisa hilir mudik datang ke kafe yang secara langsung mengganggu kenyamanannnya. Situasi tersebut memang telah diakui Ivan Asmara, General Marketing PT Artha Mentari selaku pengelola teknis kafe dan penyuplay bahan logistic Convinience Store (C-Store). Menurutnya dengan peserta rapat yang sedikit dalam arti kurang dari 10 orang, ia tidak bisa serta merta menutup kafenya. Hitung-hitungan bisnisnya istilahnya belum nutup. Kecuali jika peseranya banyak (lebih dari 10 orang) dan ada konfirmasi satu atau dua hari sebelumnya, tentu persiapan di kafe sendiri akan lebih matang., Seperti yang dilakukan Bank Mandiri saat melakukan meeting formal di kafe Bright Jalan Gatot Subroto. Karena jumlah peserta meetingnya banyak mendekati 20 orang dan ingin lebih privasi maka untuk beberapa jam ia menutup kafenya dari pengunjung lain. .Sebagai kompensasi ditutupnya area kafe, Ivan pun meminta kesediaan peserta meeting untuk memesan makanan dari kafe. Ia melarang ada makanan lain di luar kafenya. Hal ini dilakukan sebagai kompensasi dari sewa ruangan yang digratiskan.

Meskipun begitu, harga makanan yang dipatok Bright cukup murah dan terjangkau yaitu sekitar Rp 30 ribu hingga Rp 90 ribu. Contohnya, menu termurahnya adalah satu burger Bright (snack) atau nasi goreng dan minuman. Sedangkan untuk harga tertinggi yaitu Rp 90 ribu, Anda bisa mendapakan snack, teh atau kopi, soft drink dan makan siang. Soal waktu biasanya berkisar antara 2 hingga 6 jam. Kecuali untuk kepentingan di luar itu seperti syuting sinetron, PT Artha Mentari menarifkan harga sewa Rp 1,5 juta per dua jamnya. Praktis aktivits kafe dan toko untuk sementara waktu ditutup dari pengunjung lain. SPBU yang beberapa kali digunakan untuk syuting sinetron adalah SPBU di TB Simatupang. SPBU ini terbilang paling luas di Jakarta dengan luas area 4.000 meter persegi. Sedangkan untuk kafenya dibuat indoor dan outdoor. Indoornya terisi 6 sitter, sedangkan out doornya sekiatr 24 sitter.

Inspirasi dari Convinience Store (C-STORE)

Gagasan pendirian kafe ini baru diluncurkan tahun 2007 lalu. Berangkat dari konsep sebuah convenience store (C-Store) yaitu toko yang menjual barang-barang kebutuhan orang selama dalam perjalanan yang telah dikembangkan tahun 2005, Bright Cafe ini memang masih dalam tahap pematangan konsep. Awalnya pun hanya C-Store dengan mini kafe. Orang datang mengisi bahan bakar, secara sambil lalu membeli makanan dan minuman ringan, rokok, lantas duduk-duduk sebentar sembari menunggu mobilnya diisi bahan bakar atau ke toilet, kemudian pergi lagi. Lantaran itulah pada awalnya Pertamina selaku pemilik brand Bright C-Store dan Bright Café ini hanya menyediakan sekitar 4-5 kursi yang lebih difungsikan sebagai tempat transit yang letaknya berdampingan dengan C-Store. SPBU di Jati Bening, Bekasi menjadi tempat uji coba mini kafe yang berdiri di atas lahan khusus seluas 49 meter persegi.

“Rupanya sambutan pelanggan Pertamina cukup responsif. Akhirnya kita membuka lagi gerai kafe di TB Simatuoang,dsc_21466 dilanjutkan di Jalan Industri, Gatot Subroto, Kuningan dan Pramuka. Totalnya hingga saat ini baru ada 4 gerai yang benar-benar berupa café. Dalam artian, memilki luas lebih dari 60 meter persegi yang memuat sekitar 22 hingga 24 kursi,” papar Ivan. Dari keempat kafe itu semuanya berada di tingkat dua, hanya Bright di Pramuka yang berada di lantai satu berdampingan dengan C-Store.

Dalam perkembangannya kafe ini bukan saja tempat transit pengunjung SPBU untuk beristirahat, tetapi juga kerap digunakan sebagai tempat hang out. Fasilitas Wifi hingga 20 laptop, hidangan ringan yang lezat dan tidak pake lama ini, serta buka selama 24 jam memberikan angin segar bagi sejumlah kalangan yang ingin menghabiskan waktu malamnya. Tak heran jika di kafe ini tepatnya di Kuningan pernah dijadikan tempat ulang tahun. Sejumlah acara meeting dan training dari konsultan Pertamina, McKencey pun kerap diadakan di kafe yang berkapasitas maksimal untuk meeting sekitar 30 orang.

“Ini merupakan peluang yang harus kita tingkatkan baik dari segi pelayanan, format kafe, networking maupun promosinya,” terang Ivan. Sambil terus menjajaki pasar, ternyata didapat insight bahwa untuk kafe ini ke depannya akan dikembangkan ke arah meeting point yang lebih nyaman, penuh privasi, dan praktis. Selain itu, ke depannya juga kafe semuanya akan dididirkan di lantai satu. Dilihat dari psikologis pengunjung toko dan kafe yang begitu mobile, lantai 2 masih terlalu menyulitkan alias tidak praktis. Cukup format seperti di jalan Pramuka, kafe bersanding dengan toko di lantai 1. Ada sekitar 1.400 SPBU Pertamina di seluruh Indonesia. Berarti akan ada 1.400 kafe juga yang dibangun. Wah…bakal semakin ramai nih.

Tapi..eitt tunggu dulu, untuk mendirikan kafe Bright ini rupanya ada banyak pertimbangan. Makanya tidak semua SPBU yang Anda temui tidak memiliki kafe meskipun dari segi lokasi dinilai strategis. “Kalau untuk lokasi, memang kita milih bangt. Karena menyangkut juga imej Pertamina maupun pelanggannya yang ingin privasi lebih,” ungkap Ivan. Lantas SPBU yang seperti apa yang boleh mendirikan kafe ? Tidak cukup hanya dari segi kawasan dan akses, SPBU ini juga harus beromset per harinya 45 AL atau 45 ribu liter bahan baker.. Omsetnya memenuhi, tapi jika kebanyakan yang ngisi adalah angkot berbahan solar ataupun motor, tetap juga tidak bisa. Diupayakan semakin banyak yang menggunakan Pertamax akan semakin baik. Artinya, orang yang memakai Pertamax itu bisa ditebak kebanyakan adalah kendaraan roda empat berkelas B plus, sedangkan untuk C-Store masih bisa dikunjungi oleh target pasar kelas B minus. Area parkirnya pun harus dapat menampung sekitar 15 hingga 20 kendaraan. Salah satu keunggulannya lagi, parkir di area SPBU ini gratis.

Sekalipun semua syarat tersebut bisa dipenuhi, pengelola perlu juga memperhatikan standar area SPBU. Area yang luas tidak menjamin dapat mendirikan kafe. Sebagai contoh SPBU di jalan TB Simatupang, areanya cukup luas sekitar 4.000 meter persegi, tetapi untuk area C-Storenya cuma disiapkan 49 meter persegi, sehingga Pertamina pun hanya bisa membuat kafe mini dengan 4-6 tempat duduk. Area outdoor juga dibuka dengan 25 sitter, tetapi ini bukan format ideal karena masih dalam tahap penjajakan “Idealnya, saat ini kami masih merujuk pada Bright Café di Pramuka,” tambahnya. Sekalipun dipaksakan, menurut Ivan, paling tokonya diperkecil, dan kafenya dibesarkan tanpa mengurangi ukuran semula.

Bagaimana jika areanya khusus kafe dan toko ini diperluas ? logikanya bisa saja dilakukan, namun rupanya tidak semudah yang dibayangkan. Pertama, Pertamina harus ijin lagi ke Pemda, kedua, prosesnya jadi rumit karena area SPBU ini telah eksis. Dalam artian, tata letak penyimpanan bahan bakar di dalam tanah, tempat penyerapan air, mesin, space ruang terbuka, jarak dari badan jalan, dan sebagainya telah diatur sesuai standard an porsinya. Kkalau begitu, sebelum membangun SPBU, didesain saja lahan peruntukan untuk kafe dan toko. Logikanya memang bisa seperti itu. Untuk toko tidak masalah bisa langsung berdiri bersamaan dengan beroperasinya SPBU, tetapi untuk kafe tetap butuh waktu dan pengujian sesuai dengan persyaratan tadi.

Itulah sebabnya pertumbuhan C-Store tidak sebanding dengan kafe. Saat ini Pertamina baru memiliki 27 gerai C-Store. Tahun depan akan dikembangkan menjadi sekitar 40 sampai 50 gerai lagi di seluruh Indonesia. Dari jumlah itu, ditargetkan sekitar 12 kafe dibangun. Soal lokasinya, masih belum dapat ditentukan karena harus memenuhi persyaratan tadi. Tetapi, untuk mini kafe jika diperlukan tidak masalah didirikan.

Kafe Berselera Laki-laki

Jika dibandingkan dengan SPBU di Singapura, konsep Indonesia yang baru mengembangkan SPBU kea rah multifungsi ini memang tergolong terlambat. Kalau di Singapura, SPBU itu sudah terintegrasi dengan mini market yang menjual aneka kebutuhan rumah tangga. Di Indonesia menginat minimarket telah banyak tersebar, untuk di SPBU cukup dibangun toko yang menjual barag-barang kebutuhan pengunjung dalam perjalanan. Convinience Store menjadi format yang tepat untuk pangsa pasar SPBU Indonesia. Yaitu pangsa pasar yang didominasi laki-laki (dibanding perempuan, laki-laki masih banyak yang menyetir mobil), maka barang-barang yang dijual pun disesuaikan dengan selera laki-laki. Seperti rokok dan aneka minuman ringan.

Gaya hidup lelaki ini pula yang menginspirasi desain interior kafe yang divisualisasikan serba minimalis dan sporty. Untuk minumannya juga dinamakan khas bahan bakar Pertamina yang juga sarat dengan selera laki-laki. Seperti Premium, Pertamax, Pertamax Plus, Biosolar, Hot Mesran, Hot Prima XP Capucino. Bukan hanya sekedar nama, dari bentuknya juga disesuaikan dengan warna bahan bakar. Untuk Premium yang berwarna kuning, dibuatlah juz apel yang dicampur soda. Pertamax berwarna biru dikemas dari Pepsi Blue dicampur dengan orange. Nah untuk Pertamax Plus, campuran chery, soda dan gula cukup memberikan kesan berbeda dengan Pertamax biasa. Minuman ini sangat khas dan hanya ditemui di Bright Café.

Tinggalkan komentar

Filed under venue

PUSAT DAKWAH ISLAM (PUSDAI) BANDUNG

Bila dari lihat sisi fisik memang, Pusdai adalah merupakan sebuah kawasan mesjid. Tetapi tentunya bukan sekedar mesjid tempat melaksanakan salat. Ada fungsi ibadah secara luas yang ingin ditampilkan pengelolanya Yayasan Darma. Sesuai dengan misnya yaitu dakwah yang berarti menyebarkan hal-hal yang baik untuk kehidupan umat manusia, Pusdai yang rampung berdiri sejak 1997 ini telah menyiapkan sejumlah ruang baik di dalam maupun luar area untuk beragam aktivitas. Salah satunya adalah Gedung Serba Guna Bale Asri seluas 1.200 meter persegi dapat difungsikan sebagai tempat pesta pernikahan, pameran, gathering ataupun training. Desain interior Bale Asri yang menawan dengan memadukan unsur Melayu-Sunda klasik terlihat begitu elegan sebagai venue untuk menggelar aneka kegiatan. Tak heran jika Bale Asri ini menjadi langganan sejumlah pejabat kota Bandung maupun kalangan pengusaha menggelar resepsi pernikahan.

pusdaiSelain itu, penyelenggara event Igana Pernana mengaku sukses menyelenggarkan pameran pernikahan adat tradisional pada Februari lalu di gedung yang berkapsitas 5.000 orang ini. Tahun depan, Igana pun telah mengontrak Bale ini untuk event serupa dengan target pengunjung lebih besar. Untuk menuju ke Pusdai, sangatlah mudah. Terletak di Jalan Diponegoro, hanya sepelemparan batu dari pusat pemerintahan kota Bandung (Gedung Sate), 5 menit dari kampus Unpad-Dipati Ukur dan 15 menit jika datang dari arah tol Cipularang.

FASILITAS

· 1 Gedung Serba Guna Bale Asri seluas 1.200 m2 yang dapat memuat lebih dari 3000 orang, lengkap dengan ruang VIP, panggung, dapur, dan ruang serba guna

· 3 ruang seminar berkapasitas mulai dari 40, 50 dan 100 orang, termasuk satu ruang multimedia

· Plaza outdoor untuk konser music, pameran, dan sebagainya

· Perpustakaan dan lembaga bahasa

· Butik busana muslim

· Layanan ibadah haji

Alamat

Jl. Diponegoro No. 63 Bandung

T. (022) 7217531/32, 7205750, 7205807

F. (022) 72057501/ 721 7531

1 Komentar

Filed under venue