Category Archives: venue

Sentul City Convention Centre (SCCC)

Bogor Timur saat ini tidak saja merupakan kawasan perumahan, pendidikan, dan bisnis, tetapi juga kawasan aktivitas MICE yang diprediksi pamornya akan mendunia. Munculnya Sentul City Convention Centre (SSCC) yang direncanakan resmi dilucurkan pada Maret 2009 inilah yang menggebrak kawasan kota pegunungan itu. Bagaimana tidak, SCCC yang dikelola oleh Coldwell Banker Indonesia ini didesain bukan hanya sekedar gedung pertemuan multi fungsi, melainkan gedung spesialis event akustik.

pc1200331Berdiri di atas tanah seluas 6,8 hektar itu, gedung ini memiliki Audiotorium berkapasitas 10.000 tempat duduk. Untuk tempat duduknya saja didesain khusus dari Inggris dengan rakitan Malaysia. Kursi-kursi itu berbentuk elips mengitari panggung yang juga dilengkapi dengan screen besar. Pengelola memang tidak tanggung-tanggung merancang Audiotorium yang representative untuk event-event akustik berstandar internasional. Penyelenggara konser musik pun mulai melirik tempat ini. Di awal Desember 2008 ini, konser musik Tiga Diva tampil untuk menghibur lebih dari 5.000 agen marketing Prudential dalam acara bertajuk “Prudential Rock Concert”.. Kemudian, sekitar lebih dari 10 ribu jamaah Nasrani juga mereservasi venue ini untuk perayaan natal mereka yang berlangsung selama 3 hari.

Itu baru Audiotorium, SCCC juga memiliki hall yang dapat digunakan untuk pameran, gathering, pesta pernikahan dan sebagainya. Daya tampung hall ini bisa lebih dari 1.400 orang. Untuk menuju SCCC, dari arah Jakarta Anda akan sangat mudah mencapainya melalui akses tol. Letak SCCC ini tidak jauh dari pintu tol Sentul Selatan, berdekatan dengan Mall Belanova.

  • Audiotorium sangat representative untuk konser musik akustik, berkapasitas hingga 10.000 tempat duduk permanent plus panggung
  • 4 hall (A-D) berkapasitas hingga 1.400 orang, untuk aneka event dan pernikahan
  • Akses internet
  • 2 tempat untuk loading barang pemeran
  • Ruang VIP
  • Layanan bisnis
  • Area parkir memuat sekitar 3.000 kendaraan

Alamat

Area Sentul City

T/F : +62 21 8795 0673

Iklan

Tinggalkan komentar

Filed under venue

BALI INTERNATIONAL CONVENTION CENTRE (BICC) NUSA DUA

biccAdalah venue yang sangat representative untuk berbagai kegiatan MICE. Sejak awal pendiriannya tahun 1991, BICC yang berdiri di pusat kawasan percontohan pengembangan pariwisata Bali ini memang telah dirancang sebagai venue bertaraf internasional. Memiliki 17 ruang meeting berkapasitas hingga 2.500 orang (theater style) ini kerap menjadi langganan sejumlah konferensi internasional. Sebut saja Konferensi PBB untuk perubahan iklam bulan Desember tahun 2007 yang menghadirkan ribuan delegasi dari 189 negara. Hamparan pasir putih nan berkilau terpantul cahaya matahari memang menjadikan kawasan ini begitu eksotik. Hanya di BICC lah satu-satunya convention centre yang terletak di pinggir pantai di Bali. Tak heran jika sejumlah delegasi yang pernah meeting di tempat ini membekaskan kerinduan untuk kembali. Memang tak lama berselang dari konferensi tersebut, sejumlah delegasi dari 140 negara yang tergabung dalam United Nations Convention against Corruption (UNCAC) atau konferensi PBB untuk pemberantasan masalah korupsi ini mengadakan konferensi di sini.

Lokasi tepat di pinggir pantai Nusa Dua yang terkenal bersih memang memberikan aura tersendiri bagi yang ingin mengadakan event.. Anda dapat menggelar pameran baik di dalam ruangan maupun luar ruangan yang menghadap langsung ke pantai. Pengelola juga telah menyiapkan gudang khusus penyimpanan logistic pameran dan tempat loading barang yang representative sebagaimana layaknya convention centre. Tim pendukung event siap melayani kebutuhan penyelenggara event secara professional.

Jarak BICC dari kota Denpasar sekitar 30 km dan 10 km dari Bandara Internasional Ngurah Rai. Tak jauh dari BICC terdapat puluhan hotel berbintang, kawasan belanja dan hiburan, restoran yang cukup berkelas.

Fasilitas

· 17 ruang meeting. Hall utama, Nusa Indah Hall berkapasitas 2.500 theather, 1.200 classroom style.

· Ruang auditorium berkapasitas 506 kursi.

· Panggung pertunjukan untuk musik, kesenian, dan teather

· Pelayanan teknis manajemen konferensi, konvensi, dll untuk setting ruangan, teknisis audiovisual, tim kreatif dan sebagainya.

· Area pameran seluas 2.700 m2 dan mudah dijangkau akses kendaraan : 2 ruang khusus pameran, luas per ruangan 1.350 m2, pameran luar ruangan seluas 2.000 m2 (outdoor).

· Boanded warehouse

· Pusat bisnis dan komunikasi : layanan kesekratariatan, terjemahan bahasa lengkap dengan audio translator, layanan telekonferensi

· Akses broadband internet

· Ruang penyelenggara event (Event Organizer)

· Layanan tour

Alamat :

P.O. Box 36, Nusa Dua Beach 80363 Bali, Indonesia
Tel : (62 361) 771 906 Fax. (62 361) 772 047

Email : bicc@bali-convention.com, bicc@indo.com

Tinggalkan komentar

Filed under venue

Sebuah Petualangan Baru Untuk yang Hobi Meeting di Kafe

Inilah tren baru kalangan eksekutif di kota metropolitan. Semboyan waktu adalah uang memang begitulah adanya. Orang semakin berkompetisi dengan waktu. Serba cepat dan praktis menjadi gaya hidup yang menggelayut begitu rentetan target proyek mendesak dipenuhi. One stop service pun jadi tagline yang semakin laris manis digelontorkan. Sebut saja SPBU (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum) Pertamina yang tengah giat menggencarkan tagline ini kepada seluruh pelanggannya. Di area SPBU itu kini Anda dapat menjumpai bukan saja toilet, mushollah, minimarket, tetapi juga kafe yang sekaligus menjadi meeting point yang seru juga untuk dicoba.

dsc_22766Sambil mengisi bahan bakar, Anda bisa bersantai-santai di kafe menikmati hidangan ringan yang lezat sekaligus ber-wifi ria secara gratis. Bahkan saking nyamannya dan praktis, membuat Amelia Putri, Business & Development PT Coca Cola Indonesia kerap mengajak timnya meeting di kafe yang dinamai Bright ini. Tempat favoritnya adalah SPBU di Jalan Pramuka lantaran letaknya tidak jauh dari kantor. Tetapi tidak jarang pula ia memakai SPBU di Gatot Subroto. “Letaknya strategis banget sehingga memudahkan kumpul dengan teman-teman untuk berkoordinasi,” ujarnya.

Baginya meeting di kafe itu sudah menjadi kebiasaan. Karena memang untuk seorang business development seperti dirinya dituntut untuk selalu kreatif. Nah, agar ide-ide kreatif itu muncul dan mengalir, mereka biasanya mencari tempat-tempat yang inspiratif dan nyaman. Tak heran jika ia kerap berpetualang dari satu kafe ke kafe lainnya. Nuansa yang santai apalagi makanannya enak justru membuat idenya terus mengucur.

Diakui Amelia, sejak kehadiran Bright Café, frekuensi mengunjungi sejumlah kafe favoritnya dahulu telah berkurang. Alasannya lebih pada praktis dan murah dibandingkan kafe-kafe ternama lainnya. Di Bright, cukup mengeluarkan uang sekitar Rp 30 ribu untuk snack dan minuman, bahkan kurang dari itu, Anda sudah dapat berselancar di dunia maya sampai kapan pun dibutuhkan. “Saya biasanya meeting di sini pagi hari sampai makan siang sekitar jam satu atau dua,” tutur Amelia yang mengaku sudah lebih dari sepuluh kali memakai Bright Café untuk meeting.

Kalau Amelia lebih pada meeting informal, lain halnya dengan Budi Seherman, Marketing di perusahaan rokok British American Tobacco (BAT) ini juga pernah memakai Bright untuk pertemuan formal yang menghadirkan sekitar 7 orang di SPBU Jalan Industri, Kemayoran dan Gatot Subroto. Dari segi kenyamanan, lokasi dan kemudahan akses internet, Bright masih representatif. Tetapi Budi mengaku untuk meeting formal di sana masih berkendala. Diantaranya, karakteristik dinding kafe yang terbuat dari kaca akrilik justru mengganggu jika harus menampilkan slide. Cahaya matahari yang terserap dinding kafe membuat pantulan cahaya pada slide sehingga gambarnya pun menjadi tidak jelas dan fokus. Screen proyektor di jalan Gatot Subroto tidak otomatis tersedia, kecuali memesan sebelumnya. Berbeda dengan di Kemayoran yang sebagian dindingnya bisa dijadikan screen secara otomatis.

Bukan itu saja, soal privasi pria yang juga hobi meeting di kafe ini masih mencatat ada kelemahan. Karena ia hanya mengundang sekitar 7 orang rekannya sehingga kafe tidak bisa digunakan optimal alias tidak pengunjung lain bisa hilir mudik datang ke kafe yang secara langsung mengganggu kenyamanannnya. Situasi tersebut memang telah diakui Ivan Asmara, General Marketing PT Artha Mentari selaku pengelola teknis kafe dan penyuplay bahan logistic Convinience Store (C-Store). Menurutnya dengan peserta rapat yang sedikit dalam arti kurang dari 10 orang, ia tidak bisa serta merta menutup kafenya. Hitung-hitungan bisnisnya istilahnya belum nutup. Kecuali jika peseranya banyak (lebih dari 10 orang) dan ada konfirmasi satu atau dua hari sebelumnya, tentu persiapan di kafe sendiri akan lebih matang., Seperti yang dilakukan Bank Mandiri saat melakukan meeting formal di kafe Bright Jalan Gatot Subroto. Karena jumlah peserta meetingnya banyak mendekati 20 orang dan ingin lebih privasi maka untuk beberapa jam ia menutup kafenya dari pengunjung lain. .Sebagai kompensasi ditutupnya area kafe, Ivan pun meminta kesediaan peserta meeting untuk memesan makanan dari kafe. Ia melarang ada makanan lain di luar kafenya. Hal ini dilakukan sebagai kompensasi dari sewa ruangan yang digratiskan.

Meskipun begitu, harga makanan yang dipatok Bright cukup murah dan terjangkau yaitu sekitar Rp 30 ribu hingga Rp 90 ribu. Contohnya, menu termurahnya adalah satu burger Bright (snack) atau nasi goreng dan minuman. Sedangkan untuk harga tertinggi yaitu Rp 90 ribu, Anda bisa mendapakan snack, teh atau kopi, soft drink dan makan siang. Soal waktu biasanya berkisar antara 2 hingga 6 jam. Kecuali untuk kepentingan di luar itu seperti syuting sinetron, PT Artha Mentari menarifkan harga sewa Rp 1,5 juta per dua jamnya. Praktis aktivits kafe dan toko untuk sementara waktu ditutup dari pengunjung lain. SPBU yang beberapa kali digunakan untuk syuting sinetron adalah SPBU di TB Simatupang. SPBU ini terbilang paling luas di Jakarta dengan luas area 4.000 meter persegi. Sedangkan untuk kafenya dibuat indoor dan outdoor. Indoornya terisi 6 sitter, sedangkan out doornya sekiatr 24 sitter.

Inspirasi dari Convinience Store (C-STORE)

Gagasan pendirian kafe ini baru diluncurkan tahun 2007 lalu. Berangkat dari konsep sebuah convenience store (C-Store) yaitu toko yang menjual barang-barang kebutuhan orang selama dalam perjalanan yang telah dikembangkan tahun 2005, Bright Cafe ini memang masih dalam tahap pematangan konsep. Awalnya pun hanya C-Store dengan mini kafe. Orang datang mengisi bahan bakar, secara sambil lalu membeli makanan dan minuman ringan, rokok, lantas duduk-duduk sebentar sembari menunggu mobilnya diisi bahan bakar atau ke toilet, kemudian pergi lagi. Lantaran itulah pada awalnya Pertamina selaku pemilik brand Bright C-Store dan Bright Café ini hanya menyediakan sekitar 4-5 kursi yang lebih difungsikan sebagai tempat transit yang letaknya berdampingan dengan C-Store. SPBU di Jati Bening, Bekasi menjadi tempat uji coba mini kafe yang berdiri di atas lahan khusus seluas 49 meter persegi.

“Rupanya sambutan pelanggan Pertamina cukup responsif. Akhirnya kita membuka lagi gerai kafe di TB Simatuoang,dsc_21466 dilanjutkan di Jalan Industri, Gatot Subroto, Kuningan dan Pramuka. Totalnya hingga saat ini baru ada 4 gerai yang benar-benar berupa café. Dalam artian, memilki luas lebih dari 60 meter persegi yang memuat sekitar 22 hingga 24 kursi,” papar Ivan. Dari keempat kafe itu semuanya berada di tingkat dua, hanya Bright di Pramuka yang berada di lantai satu berdampingan dengan C-Store.

Dalam perkembangannya kafe ini bukan saja tempat transit pengunjung SPBU untuk beristirahat, tetapi juga kerap digunakan sebagai tempat hang out. Fasilitas Wifi hingga 20 laptop, hidangan ringan yang lezat dan tidak pake lama ini, serta buka selama 24 jam memberikan angin segar bagi sejumlah kalangan yang ingin menghabiskan waktu malamnya. Tak heran jika di kafe ini tepatnya di Kuningan pernah dijadikan tempat ulang tahun. Sejumlah acara meeting dan training dari konsultan Pertamina, McKencey pun kerap diadakan di kafe yang berkapasitas maksimal untuk meeting sekitar 30 orang.

“Ini merupakan peluang yang harus kita tingkatkan baik dari segi pelayanan, format kafe, networking maupun promosinya,” terang Ivan. Sambil terus menjajaki pasar, ternyata didapat insight bahwa untuk kafe ini ke depannya akan dikembangkan ke arah meeting point yang lebih nyaman, penuh privasi, dan praktis. Selain itu, ke depannya juga kafe semuanya akan dididirkan di lantai satu. Dilihat dari psikologis pengunjung toko dan kafe yang begitu mobile, lantai 2 masih terlalu menyulitkan alias tidak praktis. Cukup format seperti di jalan Pramuka, kafe bersanding dengan toko di lantai 1. Ada sekitar 1.400 SPBU Pertamina di seluruh Indonesia. Berarti akan ada 1.400 kafe juga yang dibangun. Wah…bakal semakin ramai nih.

Tapi..eitt tunggu dulu, untuk mendirikan kafe Bright ini rupanya ada banyak pertimbangan. Makanya tidak semua SPBU yang Anda temui tidak memiliki kafe meskipun dari segi lokasi dinilai strategis. “Kalau untuk lokasi, memang kita milih bangt. Karena menyangkut juga imej Pertamina maupun pelanggannya yang ingin privasi lebih,” ungkap Ivan. Lantas SPBU yang seperti apa yang boleh mendirikan kafe ? Tidak cukup hanya dari segi kawasan dan akses, SPBU ini juga harus beromset per harinya 45 AL atau 45 ribu liter bahan baker.. Omsetnya memenuhi, tapi jika kebanyakan yang ngisi adalah angkot berbahan solar ataupun motor, tetap juga tidak bisa. Diupayakan semakin banyak yang menggunakan Pertamax akan semakin baik. Artinya, orang yang memakai Pertamax itu bisa ditebak kebanyakan adalah kendaraan roda empat berkelas B plus, sedangkan untuk C-Store masih bisa dikunjungi oleh target pasar kelas B minus. Area parkirnya pun harus dapat menampung sekitar 15 hingga 20 kendaraan. Salah satu keunggulannya lagi, parkir di area SPBU ini gratis.

Sekalipun semua syarat tersebut bisa dipenuhi, pengelola perlu juga memperhatikan standar area SPBU. Area yang luas tidak menjamin dapat mendirikan kafe. Sebagai contoh SPBU di jalan TB Simatupang, areanya cukup luas sekitar 4.000 meter persegi, tetapi untuk area C-Storenya cuma disiapkan 49 meter persegi, sehingga Pertamina pun hanya bisa membuat kafe mini dengan 4-6 tempat duduk. Area outdoor juga dibuka dengan 25 sitter, tetapi ini bukan format ideal karena masih dalam tahap penjajakan “Idealnya, saat ini kami masih merujuk pada Bright Café di Pramuka,” tambahnya. Sekalipun dipaksakan, menurut Ivan, paling tokonya diperkecil, dan kafenya dibesarkan tanpa mengurangi ukuran semula.

Bagaimana jika areanya khusus kafe dan toko ini diperluas ? logikanya bisa saja dilakukan, namun rupanya tidak semudah yang dibayangkan. Pertama, Pertamina harus ijin lagi ke Pemda, kedua, prosesnya jadi rumit karena area SPBU ini telah eksis. Dalam artian, tata letak penyimpanan bahan bakar di dalam tanah, tempat penyerapan air, mesin, space ruang terbuka, jarak dari badan jalan, dan sebagainya telah diatur sesuai standard an porsinya. Kkalau begitu, sebelum membangun SPBU, didesain saja lahan peruntukan untuk kafe dan toko. Logikanya memang bisa seperti itu. Untuk toko tidak masalah bisa langsung berdiri bersamaan dengan beroperasinya SPBU, tetapi untuk kafe tetap butuh waktu dan pengujian sesuai dengan persyaratan tadi.

Itulah sebabnya pertumbuhan C-Store tidak sebanding dengan kafe. Saat ini Pertamina baru memiliki 27 gerai C-Store. Tahun depan akan dikembangkan menjadi sekitar 40 sampai 50 gerai lagi di seluruh Indonesia. Dari jumlah itu, ditargetkan sekitar 12 kafe dibangun. Soal lokasinya, masih belum dapat ditentukan karena harus memenuhi persyaratan tadi. Tetapi, untuk mini kafe jika diperlukan tidak masalah didirikan.

Kafe Berselera Laki-laki

Jika dibandingkan dengan SPBU di Singapura, konsep Indonesia yang baru mengembangkan SPBU kea rah multifungsi ini memang tergolong terlambat. Kalau di Singapura, SPBU itu sudah terintegrasi dengan mini market yang menjual aneka kebutuhan rumah tangga. Di Indonesia menginat minimarket telah banyak tersebar, untuk di SPBU cukup dibangun toko yang menjual barag-barang kebutuhan pengunjung dalam perjalanan. Convinience Store menjadi format yang tepat untuk pangsa pasar SPBU Indonesia. Yaitu pangsa pasar yang didominasi laki-laki (dibanding perempuan, laki-laki masih banyak yang menyetir mobil), maka barang-barang yang dijual pun disesuaikan dengan selera laki-laki. Seperti rokok dan aneka minuman ringan.

Gaya hidup lelaki ini pula yang menginspirasi desain interior kafe yang divisualisasikan serba minimalis dan sporty. Untuk minumannya juga dinamakan khas bahan bakar Pertamina yang juga sarat dengan selera laki-laki. Seperti Premium, Pertamax, Pertamax Plus, Biosolar, Hot Mesran, Hot Prima XP Capucino. Bukan hanya sekedar nama, dari bentuknya juga disesuaikan dengan warna bahan bakar. Untuk Premium yang berwarna kuning, dibuatlah juz apel yang dicampur soda. Pertamax berwarna biru dikemas dari Pepsi Blue dicampur dengan orange. Nah untuk Pertamax Plus, campuran chery, soda dan gula cukup memberikan kesan berbeda dengan Pertamax biasa. Minuman ini sangat khas dan hanya ditemui di Bright Café.

Tinggalkan komentar

Filed under venue

PUSAT DAKWAH ISLAM (PUSDAI) BANDUNG

Bila dari lihat sisi fisik memang, Pusdai adalah merupakan sebuah kawasan mesjid. Tetapi tentunya bukan sekedar mesjid tempat melaksanakan salat. Ada fungsi ibadah secara luas yang ingin ditampilkan pengelolanya Yayasan Darma. Sesuai dengan misnya yaitu dakwah yang berarti menyebarkan hal-hal yang baik untuk kehidupan umat manusia, Pusdai yang rampung berdiri sejak 1997 ini telah menyiapkan sejumlah ruang baik di dalam maupun luar area untuk beragam aktivitas. Salah satunya adalah Gedung Serba Guna Bale Asri seluas 1.200 meter persegi dapat difungsikan sebagai tempat pesta pernikahan, pameran, gathering ataupun training. Desain interior Bale Asri yang menawan dengan memadukan unsur Melayu-Sunda klasik terlihat begitu elegan sebagai venue untuk menggelar aneka kegiatan. Tak heran jika Bale Asri ini menjadi langganan sejumlah pejabat kota Bandung maupun kalangan pengusaha menggelar resepsi pernikahan.

pusdaiSelain itu, penyelenggara event Igana Pernana mengaku sukses menyelenggarkan pameran pernikahan adat tradisional pada Februari lalu di gedung yang berkapsitas 5.000 orang ini. Tahun depan, Igana pun telah mengontrak Bale ini untuk event serupa dengan target pengunjung lebih besar. Untuk menuju ke Pusdai, sangatlah mudah. Terletak di Jalan Diponegoro, hanya sepelemparan batu dari pusat pemerintahan kota Bandung (Gedung Sate), 5 menit dari kampus Unpad-Dipati Ukur dan 15 menit jika datang dari arah tol Cipularang.

FASILITAS

· 1 Gedung Serba Guna Bale Asri seluas 1.200 m2 yang dapat memuat lebih dari 3000 orang, lengkap dengan ruang VIP, panggung, dapur, dan ruang serba guna

· 3 ruang seminar berkapasitas mulai dari 40, 50 dan 100 orang, termasuk satu ruang multimedia

· Plaza outdoor untuk konser music, pameran, dan sebagainya

· Perpustakaan dan lembaga bahasa

· Butik busana muslim

· Layanan ibadah haji

Alamat

Jl. Diponegoro No. 63 Bandung

T. (022) 7217531/32, 7205750, 7205807

F. (022) 72057501/ 721 7531

1 Komentar

Filed under venue

THE VENUE CONCERT HALL BANDUNG

Dari sekian banyak konser musik digelar di kembang-Bandung, menginspirasikan Hendara Lie yang merupakan pemilik perusahaan lighting Mata Elang berkolaborasi bersama Harry Kiss yang notabene juga pemilik perusahaan sound system Harry Kiss Production mendirikan venue konser yang benar-benar memenuhi standar. Kedua praktisi industry MICE ini kerap melihat banyaknya kelemahan gedung konser yang ada. Diantaranya, keterbatasan ruang, bahkan hampir tidak pernah dipikirkan untuk orang cacat, listrik berdaya rendah juga dibatasi penggunaanya hanya 5000 watt, parkir sulit dan lagi tidak bisa menampung banyak kendaraan, peralatan sound system yang kurang memadai dan sebagainya. Berbagai kelemahan itu tidak akan Anda temui di The Venue Concert Hall ala Hendra dan Harry.

venue-concert-hall-bBerdiri di atas lahan 1.400 m2, lapangan tenis di kawasan nongkrong anak-anak muda Bandung, Eldorado ini disulap menjadi venue konser yang cukup elegan yang sebelumnya belum pernah ada di Bandung. Berdaya tampung sekitar 2.500 orang, Anda dapat menikmati alunan musik yang benar-benar pul terdengar indah di telinga. Ini terjadi karena keseluruhan dindingnya dirancang sempurna sehingga dapat memimalisir titik pantul dan menjernihkan suara. Di sana juga tersedia ruang free function untuk pengunjung yang ingin meregangkan otot akibat kelelahan.

Meski konsep awalnya memang didesain khusus untuk konser, The Venue juga dapat digunakan untuk pameran dan konferensi. Atap setinggi rata-rata 12 meter, terbilang lega untuk mendesain booth sesuai selera penggunanya. Ditambah fasilitas loading dock yang memiliki 2 pintu selebar 4 meter dan tinggi 10 meter ini sungguh memberikan kemudahan untuk bongkar-muat properti.

FASILITAS

· Area konser berkapasitas 2.500 orang

· Area parkir yang dapat menampung lebih dari 600 mobil dan 20 bus.

· Free function room seluas 36 x 36 m untuk istirahat penonton

· Ruang VIP untuk artis]

· Jalan khusus untuk penyandang cacat

· Kamera CCTV di 16 titik selama 24 jam

Alamat

Eldorado The Family Club

Jl. Dr. Setiabudi 43 B Bandung

T. (022) 2011666

F. (022) 2010814

Tinggalkan komentar

Filed under venue

City of Tomorrow (CITO)

Rupanya Kota Surabaya saat ini bukan saja kebanjiran mal, tetapi superblok dimana dalam satu kawasan terdapat mal, perkantoran, apartemen, hotel, dan universitas. Salah satu superblock yang terlengkap di Surabaya Selatan adalah City of Tomorrow atau lebih dikenal dengan CITO.

Superblok yang memiliki luas 170 ribu meter persegi ini berdiri di area seluas 2,6 Ha milik Lippo Group. Di area itu direncanakan akan dibangun 1700 ruang ritel (mall), enam tower perkantoran, 248 unit kondomonium (The Aryaduta Residences), hotel berbintang lima (The Aryaduta Hotel) dan Universitas Pelita Harapan Surabaya.

Dibandingkan kawasan Surabaya yang lain, Surabaya bagian Selatan ini terbilang cepat dalam kemajuan ekonomi dan pengembangan wilayah. Sejumlah pusat perbelanjaan sekelas hypermart dan matahari departement store telah hadir di sana. Perkantoran pun bertumbuhan seiring dengan mekarnya kawasan itu. Apalagi di kawasan Waru Surabaya Selatan ini juga telah berdiri aneka industry makanan olahan, bahan pangan agribisnis dan agro industry, garmen, dan produk peralatan rumah tangga.

Maraknya pertumbuhan industry di kawasan tersebut tidak terlepas dari factor letak yang sangat strategis dekat dengan bandara internasional Juanda, disamping ketersediaan infrastruktur perkotaan yang memadai. Kawasan ini juga menjadi pintu utama bagi arus lalu lintas dari dan ke Surabaya dari seluruh kota di Jatim bagian timur dan selatan. Pantaslah jika pengelola CITO berkeyakinan bakal menarik pangsa pasar lebih besar. Tidak saja untuk warga Surabaya, namun juga penduduk Sidoarjo, Malang, dan pelaku bisnis yang menjadikan Surabaya tempat transit. Keyakinan ini tidaklah berlebihan jika dilihat dari letak CITO yang berada diantara Jl. Ahmad Yani dan Gerbang Tol Waru II

Bagi Anda yang ingin mengembangkan bisnis atau menarik lebih besar awareness segmen pasar Anda, bangunan 4 lantai ini menjadi pilihan tepat untuk berpameran dan kegiatan promosi lainnya. Di sana terdapat Atrium dengan total luas sekitar 1000 meter persegi untuk aneka kegiatan promosi. Harganya sewanya sekitar Rp 10 ribu per meter.

Cito ini masih terbilang pemain baru di Surabaya Selatan. Baru Juni 2007 lalu dilaunchingkan sehingga masih perlu pembenahan untuk menyempurnakan bangunan dan mempertajam segmentasinya. Direncanakan dalam mal ini akan dibangun ball room. Untuk pengelolaannya bekerja dengan hotel dalam group perusahaannya.

Alamat : Jl. Ahmad Yani No.1. T : 031-827 5888 & 031-827 3888

Tinggalkan komentar

Filed under venue

ROYAL PLAZA SURABAYA

Di tengah maraknya keberadaan mal di Surabaya Selatan, Royal Plaza (Roza) milik PT Dwi Manunggal, Pakuwon Group ini tetap eksis dalam kompetisinya merebut sebanyak-banyaknya perhatian pengunjung. Mal yang berdiri di atas lahan seluas 4,2 hektar dan luas bangunan 150 ribu meter persegi ini memang tampil berbeda. Meski berkonsep memadukan mal dan trade center, Roza memahami benar kebutuhan dan trend masyarakat saat ini. Masyarakat yang tidak hanya membutuhkan mal untuk berpromosi, berbelanja dan refreshing, tetapi juga meeting, gathering, bahkan kegiatan keagamaan pun diadakan di mal. Dan, Roza mencukupi kebutuhan itu..

Jika Anda ingin berpameran atau launching product, terdapat 2 Atrium di lantai Ground yang disewakan. Atrium utama berbentuk oval seluas 375 meter persegi dan area lebih kecil lagi di selatan yaitu SouthPoint seluas 270 meter persegi. Untuk tariff sewanya, pengelola mengenakan untuk Atrium utama sebesar Rp 35 juta dan South Point sebesar Rp 25 juta. Keduanya harus diambil selama satu minggu. Sedangkan untuk pemakaian khusus weekend, tarifnya Rp 12 juta Atrium dan Rp 8 juta South Point per harinya. Produk susu Nutrilon dan Nestle pernah memakai area ini untuk launching produknya. Menyusul pameran otomotif Toyota Astra Motor.

Selain itu di tiap lantainya juga ada sejumlah titik area promosi seluas 192 meter persegi dan 270 meter persegi. Kedua area ini disewakan minimal satu minggu dengan tariff yang lebih murah yaitu mulai dari Rp 6 juta hingga Rp 12,5 juta per minggunya. Kalau Anda ingin menyewa per harinya, Mustafa Centre berukuran 28 x 8 meter di Upper Ground juga menarik dipakai

Jika Anda ingin mengadakan meeting dan seminar di ruang tertutup cobalah menggunakan fungtion room di lantai 3 seluas 200 meter persegi. Disewakan sebesar Rp 900 ribu per hari sudah termasuk stage, 120 kursi, dan sound system standar. Di bulan September ini, pengelola berencana membuka satu ruang lagi di lantai 2 dengan luas lebih besar sekitar 300 meter persegi.

Lahan parkir outdoor seluas 12 x 200 meter juga cocok untuk event music. Sewanya termasuk loading H-1 dikenakan Rp 25 juta per hari. Sejumlah perusahaan ternama seperti Honda, Telkom, dan Rokok Country pernah menyewa area ini untuk event music yang mengiringi launching produknya.

Selain harga yang relative terjangkau untuk segmen menengah, lokasi mal yang dilaunchingkan pada Oktober 2006 ini pun sangat mudah dijangkau oleh berbagai angkutan kota. Jaraknya sekitar satu kilo meter baik dari stasiun dan terminal.

Alamat : Jl. A. Yani No. 16 – 18, T : 031 7665352,70671433

Tinggalkan komentar

Filed under venue