Category Archives: Hotel MICE

LIDO LAKES RESORT & CONFERENCE

Ini adalah salah satu hotel bintang empat yang terletak di gerbang masuk kota Bogor dari arah Sukabumi. Resort ini lumayan berumur di Bogor. Dibangun sejak tahun 1935 oleh seorang Belanda bernama Antonius Johanes Ludoficus yang mulanya untuk tempat peristirahatan. Kawasan ini pun pernah menjadi tempat favorit orang-orang Belanda melepas kepenatan dan berekreasi. Terlebih daerah Lido ini termasyur dengan danaunya yang indah. Turis asing menyebutnya Danau Lido, sedangkan masyarakat local lebih mengenalnya dengan sebutan Situ Cigombong.

Di area danau inilah Lido Lakest Resor & Conference itu berdiri. Pesona pemandangan alam, serta udara segar pegunungan di sekitar Bogor dan Sukabumi ini benar-benar membuat siapapun orang berkunjung merasa nyaman. Sejumlah pertemuan, rapat kerja, pelatihan, pesta pernikahan pun digelar di sini. Kapasitas hotel ini mumpuni pula untuk daya tampung hingga 600 orang.

Di tambah lagi, area outdoor yang tersedia kerap dikemas pengelola untuk berbagai kegiatan menarik baik untuk keluarga, komunitas, perusahaan maupun instansi pemerintah. Seperti, Aero Club, yaitu merasakan terbang di kawasan pegunungan dengan pesawat terbang ringan. Ada pula National Forest Walks dan Leisurely Walks di kawasan perkebunan jagung dan hutan lindung, rafting dan bamboo raft. Atau bagi yang ingin merasakan sensasi mengendarai motor besar ke hutan lindung, tersedia All Terrain Vehicle (ATV). Untuk keluarga, ada Five Star Camp (FSC) atau perkemahan dengan fasilitas hotel bintang lima. Perusahaan yang kerap memakai hotel ini untuk gathering diantaranya Freddom Institute dan OGB Dexa

  • 10 ruang pertemuan berkapasitas hingga 600 orang theather style
  • 3 ruang pertemuan kecil berkapasitas 12 hingga 30 orang
  • Fasilitas meeting standar
  • Akses internet Wi-Fi
  • 105 kamar yang semuanya memiliki balkon
  • Arena olah raga : tennis, cycling, rafting, bamboo raft, fishing, golf
  • Area outdoor untuk aneka kegiatan dan event
  • Layanan adventure dan outbond
  • Lapangan golf (80 dan 100 hektar)

Alamat

Jl Raya Bogor – Sukabumi Km.21 Bogor 16740 Jawa Barat – Indonesia
T : (62-251) 8220922

F : (62-251) 8220923
E ::welcome@lidolakes.com

http://www.lidolakes.com

Jakarta Sales Office
Wisma Nugra Santana 15th Floor – Suite 1501
Jl. Jend Sudirman Kv.7-8 Jakarta 10220 – Indonesia
T : (62-21) 2510739 – Fax. (62-21) 2510710
E : jktsales@lidolakes.com

 

Tinggalkan komentar

Filed under Hotel MICE

LIDO LAKES RESORT & CONFERENCE

Ini adalah salah satu hotel bintang empat yang terletak di gerbang masuk kota Bogor dari arah Sukabumi. Resort ini lumayan berumur di Bogor. Dibangun sejak tahun 1935 oleh seorang Belanda bernama Antonius Johanes Ludoficus yang mulanya untuk tempat peristirahatan.  Kawasan ini pun pernah menjadi tempat favorit orang-orang Belanda melepas kepenatan dan berekreasi. Terlebih daerah Lido ini termasyur dengan danaunya yang indah. Turis asing menyebutnya Danau Lido, sedangkan masyarakat local lebih mengenalnya dengan sebutan Situ Cigombong.

 

Di area danau inilah Lido Lakest Resor & Conference itu berdiri. Pesona pemandangan alam, serta udara segar pegunungan di sekitar Bogor dan Sukabumi ini benar-benar membuat siapapun orang berkunjung  merasa nyaman. Sejumlah pertemuan, rapat kerja, pelatihan, pesta pernikahan pun digelar di sini. Kapasitas hotel ini mumpuni pula untuk daya tampung hingga 600 orang.

 

Di tambah lagi, area outdoor yang tersedia kerap dikemas pengelola untuk berbagai kegiatan menarik baik untuk keluarga, komunitas, perusahaan maupun instansi pemerintah. Seperti, Aero Club, yaitu merasakan terbang di kawasan pegunungan dengan pesawat terbang ringan. Ada pula National Forest Walks dan Leisurely Walks di kawasan perkebunan jagung dan hutan lindung, rafting dan bamboo raft. Atau bagi yang ingin merasakan sensasi mengendarai motor besar ke hutan lindung, tersedia All Terrain Vehicle (ATV). Untuk keluarga, ada Five Star Camp (FSC) atau perkemahan dengan fasilitas hotel bintang lima. Perusahaan yang kerap memakai hotel ini untuk gathering diantaranya Freddom Institute dan OGB Dexa

 

FASILITAS

  • 10 ruang pertemuan berkapasitas hingga 600 orang theather style
  • 3 ruang pertemuan kecil berkapasitas 12 hingga 30 orang
  • Fasilitas meeting standar
  • Akses internet Wi-Fi
  • 105 kamar yang semuanya memiliki balkon
  • Arena olah raga : tennis, cycling, rafting, bamboo raft, fishing, golf
  • Area outdoor untuk aneka kegiatan dan event
  • Layanan adventure dan outbond
  • Lapangan golf (80 dan 100 hektar

 

 

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan komentar

Filed under Hotel MICE

CICO CIMAHPAR RESORT

cicoAwalnya CICO Cimahpar adalah sebuah tempat pusat data informasi penyelematan dan pelestarian lingkungan dan satwa liar di Indonesia. Sudah berjalan lebih dari lima tahun kawasan ini kerap digunakan untuk penelitian satwa liar terutama orang utan. Lingkungan yang begitu asri dan rimbun ini membuat banyak kalangan betah berlama-lama melakukan riset sekaligus menyelenggarakan berbagai pertemuan dan rapat kerja. Tidak sedikit pula pengunjung datang untuk sekedar berekreasi melepas kepenatan. Peluang itu pun segera direspon pengelola dengan membangun berbagai fasilitas penunjang acara pertemuan. Diantaranya menambah jumlah cottage dan ruang pertemuan yang nyaman untuk seminar, lokakarya, pendidikan dan pelatihan serta peluncuran produk komersial.

Perusahaan susu terkemuka di Indonesia Frisian Fag Indonesia pada Mei hingga November 2008 lalu mengadakan outbound karyawannya di tempat ini. Sebelumnya juga PT Buni Karya Artha mengadakan pelatihan migas untuk para surveyor dari beberapa propinsi di Indonesia. Begitu pula dengan Palang Merah Indonesia Pusat kerap mengadakan acara pelatihan pertolongan pertama di sini.

Kendatipun telah menjadi sebuah resort, Cico Cimahpar tetap menjalankan fungsinya sebagai pusat konservasi alam dan satwa liar. Justru keanekaragaman hayati inilah yang inilah yang menjadi nilai tambah Cico dari sekedar sebuat resort. Di sini pengunjung dapat memperlajari secara langsung bagaimana upaya pelestarian lingkungan. Selain itu letak yang tidak begitu jauh dari akses tol ini inipun menjadi salah satu keunggulan Cico. Dari pintu tol Bogor, Anda hanya membutuhkan waktu sekitar 10 menit untuk sampai di tempat ini.

  • 3 ruang pertemuan berkapasitas 60 – 100 orang
  • Dormitory 120 kasur
  • 10 unit cottage
  • Free akses internet WIFI
  • 2 area outdoor berkapasitas sekitar 200 orang untuk aneka kegiatan : outbond, gathering, kemah, dan sebagainya
  • Perpustakaan dan toko buku
  • Toko souvenir khusus tentang konservasi lingkungan hidup
  • Fasilitas olah raga : lapangan bulu tangkis, volley, basket, futsal dan jogging track

Alamat

Jl. Tumenggung Wiradireja 216,
Cimahpar, Bogor Utara
T . +62 251 8657220 / 8657208 EX: 10 / 8656765 (Marketing)
F : +62 251 8655727
E : marketing@mitrakonservasi.co.id
http://www.mitrakonservasi.co.id

Tinggalkan komentar

Filed under Hotel MICE

THE WESTIN RESORT

Hotel resort yang dibangun bersamaan dengan Bali International Convention Centre (BICC) ini memang disiapkan khusus sebagai akomodasi para tamu di BICC. Berada dalam satu kawasan, mirip dengan Jakarta Convention Centre (JCC) dan Hotel Sultan di Jakarta. Bedanya, BICC ini dibawah manajemen The Westin westinResort sehingga dalam penyebutannya kerap disandingkan : BICC Westin Nusa Dua. Kendati begitu, sebagai satu-satunya hotel di Nusa Dua yang memiliki Convention Centre, Westin memiliki formula khusus demi menarik para tamunya. Love your family menjadi tagline hotel yang berada dalam Star Wood Group ini. Di hotel yang berdiri di atas lahan 9 hektar ini Anda dapat merasakan pengalaman dan sensasi yang berbeda. Tidak sekedar hotel tempat menginap. Di sini Anda dapat belajar menari dan bahasa Bali. Bukan itu saja bagi para tamu yang berwisata bersama keluarga, tersedia program dinner orang tua, dimana putra-putri Anda bisa dititipkan ke kids club yang menyediakan beraneka ragam permainan menarik. B eragam program destinasi lainnya dapat Anda nikmati sesuai permintan.

Lokasi yang begitu asri dengan hamparan hijaunya lanskap perkebunan berpadu dengan kemilau pasir putih Nusa Dua menjadikan tempat ini begitu romantis untuk wedding party. Bagi Anda penggemar golf juga dapat bermain golf di Bali Golf & Country Club yang terletak hanya 1 kilometer dari hotel. Resor ini memang menjadi tempat ideal bagi Anda yang ingin mengadakan meeting sekaligus berwisata bersama keluarga.

FASILITAS

· 346 kamar lengkap dengan Heavenly Bed. Tiap kamar memiliki balkon dengan pemandangan langsung ke kolam renang dan pantai.

· Beberapa ruang pertemuan kecil

· Area outdoor (garden) untuk wedding party

· Arena bermain anak (kids club)

· Water sports & land tour : rafting, scuba diving, horseback riding, jungle trek

· Arena olah raga : kolam renang, lapangan tenis

· Pusat kebugaran dan spa

· Akses mudah menuju Bali Golf (hanya jalan kaki dari hotel)

Alamat :

P.O. Box 36, Nusa Dua 80363, Bali

Tel: (62 361) 771 906 Fax: (62 361) 771 908
http://www.westin.com/bali

Tinggalkan komentar

Filed under Hotel MICE

Indonesia Japan Expo : Ketika Kekuatan Media Memulas Sebuah Event

Perhelatan persahabatan dua negara ini tergolong sukses menghadirkan ratusan ribu pengunjung. Media, jadi kekuatan sentral mobilisasi pengunjung, selain faktor pengemasan acara yang menarik dan fanatisme yang tinggi terhadap budaya Jepang.

Berbicara soal kekuatan media jadi teringat kisah Kaisar Prancis Napoleon Bonaparte yang sangat takut terhadap jurnalis bersenjata pena dibandingkan seribu tentara dengan bayonetnya. Kaisar yang sukses mengantarkan Prancis menjadi negeri yang terkenal itu begitu mempercayai kekuatan untaian tinta seorang jurnalis yang sangat dahsyat menggetarkan opini masyarakat secara ekspansif. Kalau kata Mathin Luther, media cetak adalah anugrah tebesar dari Tuhan untuk manusia selain keselamatan. Karena media cetaklah, puluhan juta jiwa masyarakat Amerika dibaptis. Mereka berbondong-bondong memeluk nasrani karena terpengaruh dari bacaan rohani yang didapat dari majalah, buku, dan traktat.

dsc_31581Perayaan 50 tahun hubungan persahabatan Indonesia-Jepang (Indonesia Japan Expo) ini pun telah membuktikannya. Tidak dipungkiri pameran yang dikemas dalam parade budaya ini sukses besar mendatangkan sekitar 150 ribu pengunjung. Media dinilai berkontribusi besar dalam mempopulerkan event ini. Tidak tanggung-tanggung, hampir setiap acara selama sembilan hari pelaksanaan, Kompas yang memang selaku penyelenggara perhelatan ini, memberitakan full pada halaman pertamanya (headline).

Ini terbukti dari kuisioner yang disebar kepada sekitar 432 responden, sebanyak 54% pengunjung mengaku mengetahui IJE dari media cetak. Dari angka tersebut, 99%-nya didominasi dari pemberitaan Kompas. Artinya, hampir seluruh pengunjung IJE datang karena pemberitaan yang terus-menerus di Kompas. Selebihnya, sekitar 1 %, mereka dapatkan dari Warta Kota. Keduanya memang surat kabar terbesar negeri ini. Pengaruh referensi teman berada di peringkat kedua yaitu sebesar 33% yang membuat pengunjung berbondong-bondongnya mengunjungi event tersebut.

Untuk acara pembukaan saja, jumlah pengunjung sekitar 20 ribu orang. Ini dihitung dari tiket yang terjual saja ada sebesar 15.137 orang. Selebihnya sekitar 600 orang berasal dari tamu undangan. “Untuk sebuah pameran kebudayaan, jumlah tersebut tergolong sangat besar,” tutur AdeYogaswara D, Research & Development (R&D) Dyandra Promosindo. Terlebih lagi jika dilihat dari factor lokasi pameran yang memang berada di pinggiran Jakarta, angka tersebut sangat fantastis.

Meski diakui Irvan Mahidin, Project Manager IJE, jumlah pengunjung pada hari-hari biasa tidak sebesar di hari pertama pembukaan. Jika dirata-rata terhitung 5.000 pengunjung perharinya. Menjelang weekend jumlah pengunjung rupanya merangkak naik dan mencapai puncaknya di hari akhir pameran.. Tepatnya pada Sabtu dan Minggu, 100 ribu tiket sold out (terjual habis) sehingga penyelenggara harus menambah hingga 50 ribu tiket lagi.

Rasa penasaran ingin membuktikan apa yang ditulis Kompaslah yang membuat sebagian besar pengunjung datang. Selain factor lain yaitu adanya fanatisme komunitas local pecinta budaya Jepang yang kini semakin marak bertumbuhan. Sebut saja Anime (katun), Manga (komik), Tokusatstu (jagoan kartun), cosplay (costum player/ berpakaian meniru sebuah karakter), pecinta band L’arc-en Ciel, Igo (catur Jepang) dan sebagainya. Komunitas yang ‘beranak’ dari milis ke milis ini memang memiliki kecintaan besar terhadap pernak-pernik budaya Jepang. Ikatan diantara mereka pun sangat kuat. Dimana pun dan kapanpun acara festival budaya Jepang digelar, mereka pasti datang. Ini diamini Edwin, anggota komunitas IGO yang memasang stand untuk workshop dan turnamen komunitas IGO di IJE. “Ini kesempatan kami mengenalkan IGO sekaligus ajang kumpul komunikasi IGO di Jakarta,” paparnya. Nyatanya memang, pengunjung banyak yang antusias ingin mengetahui dan mengikuti workshop gratis di standnya. Tiap harianya ada sekitar ratusan pengunjung berkunjung ke standnya untuk tanya-tanya ataupun ingin belajar IGO.

Sebagai sebuah media besar, Kompas pun membuat agenda setting pemberitaan tentang isu-isu hemat energi dan pemanasan global yang tengah digandrungi. Bahwa masyarakat kita sedang mencari upaya solutif terhadap permasalahan energi dan pemanasan global. Tak heran ketika kompas menulis tentang Shinkansen yaitu kereta peluru supercepat yang ramah lingkungan dan hemat energi ini membuat penasaran pembacaya. “Semula ekspektasi kami sekitar 30 ribu pengunjung bakal memadati Shinkansen. Ternyata pengunjung yang datang mencapai 50 ribu orang,” ungkap Irvan yang mengaku cukup kerepotan mengantisipasi membludaknya pengunjung kereta berkapasitas 400 orang itu. “Kalo Indonesia punya kereta ini, saya akan berhenti naik kendaraan pribadi,” ujar salah seorang pengunjung yang mengakui penasaran ingin melihat Shinkansen setelah membaca tulisan Kompas.

Shinkansen memang menjadi daya tarik sangat ampuh pada expo yang digelar dalam expo itu. Begitu puladsc_3182 ketika Kompas memberitakan upaya menyelematkan lingkungan melalui rumah ramah lingkungan yang divisualisasikan pada stand NEDO (New Energy and Industrial Technology Development), pengunjung pun banyak yang mencari-cari. Ade Yogasara kerap menemui pengunjung yang menanyakan lokasi stand bervisualisasi rumah khas Jepang itu.

Nedo sebagai sebuah lembaga yang mempunyai misi meningkatkan daya saing produk Jepang dalam pemanfaatan energi untuk mengatasi masalah lingkungan itu, memberikan solusi kepada pengunjung bahwa upaya itu bisa dilakukan dari dalam rumah. Mulai dari memilih perabotan rumah yang hemat energi hingga desain interior yang ramah lingkungan. Dalam stand itu pengunjung juga diajak untuk merasakan sensasi berada di dalam rumah Jepang sambil mengikutii segala tata caranya. Desain interior yang menarik dan terdapat unsure pelibatan pengunjung inilah NEDO terpilih sebagai stand terbaik.

Mobil electric, i-MIEV (Mitsubishi Innovative Electric Vehicle) yang ditampilkan Mitsubishi Corporation pun cukup mengundang keingintahuan pengunjung. Selama ini i-MIEV hanya ramai dalam diskusi di media. Di IJE, mobil berbahan baker listrik itu benar-benar dihadirkan. Bukan itu saja, pengunjung dapat sepuasnya tes drive di area open space yang disediakan. Kompas pun mengulasnya dengan begitu gamblang mempromosikan kecanggihan mobil yang bakal diluncurkan 2009 nanti.

Jika ditilik lagi, meski Kompas adalah penyelenggara pesta akbar dua bangsa ini tentu tidaklah melulu mem-blow up eventnya secara jor-joran bila sesungguhnya dinilai tidak menarik. Pertama, bolehlah pemberitaan Kompas berhasil mempersuasi pengunjung untuk datang. Begitu didatangi, rupanya pengunjung berkesan terhadap materi pameran dan acara yang ditampilkan. Survey pun menunjukkan, 26,2% pengunjung menilai program acara tersebut sangat baik. Penilaian tersebut menduduki peringkat kedua. Peringkat pertamanya, sebesar 30,1% adalah banyaknya produk yang ditampilkan yang sebagian besar belum pernah dilihat pengunjung.

Unsur kebaruan memang menjadi daya tarik diberitakannya suatu peristiwa. Dan, IJE memenuhi kebutuhan media itu. Contohnya, kereta super cepat, Shinkansen, kemudian Rumah Hantu (Obake), mobil elektrik i-MIEV untuk tes drive, aneka produk elektronik hemat energi, dan berbagai workshop kesenian Jepang serta aneka produk makanan baru dari industri manufaktur Jepang. Tak sedikit pengunjung yang diajak bereksperimen mencoba berbagai produk tersebut.

Selain itu, aneka hiburan kesenian dan budaya Jepang yang ditampilkan rupanya mampu menciptakan atmosfer yang menghidupkan suasana. Unsur hiburan dan materi pameran itu ternyata saling menguatkan. “Di sini, pengunjung benar-benar berwisata pameran,” ujar Irvan yang semula tidak menyangka jumlah pengunjung dapat melampaui dari yang ditargetkan yaitu sebesar 100 ribu orang.

Pengemasan program yang melibatkan partispasi aktif pengunjung sungguh berperan menjadikan event ini berbeda. Dari berbagai festival kesenian dan kebudayaan yang digelar, umumnya pengunjung hanya melihat secara pasif. Di IJE, semua pengunjung diundang untuk terlibat aktif merasakan soul-nya budaya Jepang. Seperti mereka bisa merasakan mengenakan kimono, ikut dalam kontes Harajuku yaitu fashion Jepang yang bergaya penuh kreativitas sehingga terlihat nyeleneh karena pakaian dengan warna-warni tabrakan dipadu dengan rambut bercat tidak beraturan, ikut memegang lampion, mengikuti kontes cosplay (costum player) dengan menirukan karakter tokoh idola jagoan animasi Jepang, dan sebagainya. Satu lagi dari berbagai atraksi kebudayaan yang ditampilkan tersebut benar-benar dimainkan oleh orang Jepang. Nihon No Matsuri contohnya. Ini adalah festival Jepang terlengkap dari yang pernah ada. Arak-arakan parade lampion dan lentera ini pun masuk pemberitaan Kompas halaman pertama.

Persahabatan Indonesia–Jepang rupanya tidak hanya sebatas pada kertas MOU (Memorandum of Understanding) proyek investasi dan berujung di meja-meja diplomasi, justru akulturasi budaya yang telah menguat diantara dua negara ini menjadi jiwa yang terus mempertautkan. Di Indonesia Japan Expo itulah atmosfer persahabatan dua negara itu benar-benar menyempurnakan bentuknya.

Tinggalkan komentar

Filed under Berita MICE, Hotel MICE

IPB INTERNATIONAL CONVENTION CENTRE (IICC)

Rupanya, dunia MICE telah merambah kota Asinan ini. Setelah berhasil mengembangkan kota yang memiliki banyak resor untuk meeting, lini industri MICE semakin hidup dengan hadirnya IPB Convention Centre yang mulai dioperasikan sejak Juli 2007. Sesuai namanya IPB Convention Centre, memang gedung ini dikelola penuh oleh IPB. Setidaknya, IICC ini dapat mempermudah jalannya IPB untuk go international. Karena selain dapat dimanfaatkan untuk pameran, konser musik, pertemuan atau konferensi internasional, gedung yang berdiri di area Bogor Agricultural Centre (BAC) ini juga akan dioptimalkan penggunaannya sebagai pusat publikasi dan sosialiasasi hasil-hasil penelitian mahasiswa IPB yang selama ini sulit terekspose.

Meski belum genap setahun beroperasi, IICC ini kerap menjadi tempat penyelenggaraan konferensi bertaraf internasional, sebut saja di bulan Juni 2008 lalu, digelar konferensi internasional Jatropha (Jarak Pagar), konferensi ilmiah kedokteran hewan se-Asia, dilanjutkan dengan konferensi nasional peneliti veterliner dan masih banyak lagi event ilmiah yang bakal digelar di sini. Karena seringnya menggelar event berkonteks ilmiah, IICC menjadi identik dengan venue ilmiah. Meski begitu, IICC ini membuka lebar-lebar untuk berbagai event yang ada. Untuk menuju IICC ini sangat mudah, hanya 10 menit dari tol dan terminal Baranang Siang. Letaknya persis di samping kampus IPB-Pajajaran.

FASILITAS

· Convention hall berkapasitas 2.500 orang (standing) dan 1.200 seat. Total seluruh area IICC bisa menampung sekitar 4.000 orang

· Beberapa ruang meeting berkapsitas mulai dari 30 hingga 120 orang

· Kapasitas listrik mulai dari 2.200 watt hingga 4.400 watt

· Area parkir yang menampung lebih dari 300 kendaraan

· Koneksi internet

· Area komersial

Alamat : Botani Square Lt. 2 Jl. Pajajaran Raya Bogor

T : (0251) 8400 658

F : (0251) 8400 659

Tinggalkan komentar

Filed under Hotel MICE

HOTEL SAVOY HOMAN BIDAKARA

Tak ada yang mengetahui persis kapan hotel ini berdiri. Pastinya dari berbagai sumber yang ada disebutkan hotel ini sudah berdiri sebelum tahun 1888. Dimiliki oleh A. Homan seorang imigran berkebangsaan Jerman yang merantau di tanah Priangan sekitar tahun 1870. Awal tahun 1937 hingga 1939, hotel yang terletak di kawasan bersejarah kota Bandung itu direnovasi. Ketika menjelang kemerdekaan RI, Hotel ini sempat dijadikan markas Palang Merah Internasional. Meski Indonesia telah merdeka, hotel ini masih tetap dikelola oleh seorang Belanda bernama Mrs. Van Es de Brink. Sampai tahun 1952 kepemilikan sepenuhnya dipegang oleh orang Indonesia yaitu RHM Saddak.

savoy1Pada masa Saddak, sekitar tahun 1960 – 1970, hotel ini menjadi tempat pelatihan karyawan hotel seluruh Indonesia. Di tangan Saddaklah Savoy menjadi salah satu hotel terbesar di Asia Tenggara setelah sebelumnya pernah digunakan untuk tempat menginap para delegasi Konferensi Asia Afrika di Gedung Merdeka tahun 1955. Pada tahun 1987, Saddak menjual hotel ini kepada H.E.K Ruchiyat yang tak lain adalah pemilik Hotel Panghegar sehingga namanya menjadi ‘Savoy Homann Panghegar Heritage Hotel’. Baru pada tahun 1989, hotel ini resmi menyandang predikat bintang empat.

Krisis moneter tahun 1997 membuat pemiliknya harus berbagi investasi dengan pihak lain sehingga dijualah Savoy kepada Bidakara Foundation. Lantaran itulah sejak tahun 2000, nama Panghegar dihilangkan berganti menjadi Savoy Homan Bidakara Hotel dan semakin mantap mengukuhkan dirinya sebagai hotel MICE. Berbagai pertemuan dan konferensi telah digelar di sni. Belum lama sekitar Agustus 2008 lalu, hotel ini menjadi tempat pertemuan International Board Meeting untuk International Olympiade on Astronomy and Astrophysics (IOAA) ke-2 yang diikuti peserta dari 24 negara.

FASILITAS

· 17 ruang meeting berkapasitas 10 hingga 2.000 orang.

· Free internet access khusus untuk tamu yang menginap

· 185 kamar

· Pusat bisnis

· Arena olah raga : fitness centre, kolam renang,

· Ruang bermain untuk anak-anak (games room)

· Bar dan restoran, garden restaurant

Jl Asia Afrika 112, Bandung

T : (+62-22) 4232244

F : (+62-22) 4236187

Tinggalkan komentar

Filed under Hotel MICE