Monthly Archives: November 2008

Sebuah Petualangan Baru Untuk yang Hobi Meeting di Kafe

Inilah tren baru kalangan eksekutif di kota metropolitan. Semboyan waktu adalah uang memang begitulah adanya. Orang semakin berkompetisi dengan waktu. Serba cepat dan praktis menjadi gaya hidup yang menggelayut begitu rentetan target proyek mendesak dipenuhi. One stop service pun jadi tagline yang semakin laris manis digelontorkan. Sebut saja SPBU (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum) Pertamina yang tengah giat menggencarkan tagline ini kepada seluruh pelanggannya. Di area SPBU itu kini Anda dapat menjumpai bukan saja toilet, mushollah, minimarket, tetapi juga kafe yang sekaligus menjadi meeting point yang seru juga untuk dicoba.

dsc_22766Sambil mengisi bahan bakar, Anda bisa bersantai-santai di kafe menikmati hidangan ringan yang lezat sekaligus ber-wifi ria secara gratis. Bahkan saking nyamannya dan praktis, membuat Amelia Putri, Business & Development PT Coca Cola Indonesia kerap mengajak timnya meeting di kafe yang dinamai Bright ini. Tempat favoritnya adalah SPBU di Jalan Pramuka lantaran letaknya tidak jauh dari kantor. Tetapi tidak jarang pula ia memakai SPBU di Gatot Subroto. “Letaknya strategis banget sehingga memudahkan kumpul dengan teman-teman untuk berkoordinasi,” ujarnya.

Baginya meeting di kafe itu sudah menjadi kebiasaan. Karena memang untuk seorang business development seperti dirinya dituntut untuk selalu kreatif. Nah, agar ide-ide kreatif itu muncul dan mengalir, mereka biasanya mencari tempat-tempat yang inspiratif dan nyaman. Tak heran jika ia kerap berpetualang dari satu kafe ke kafe lainnya. Nuansa yang santai apalagi makanannya enak justru membuat idenya terus mengucur.

Diakui Amelia, sejak kehadiran Bright Café, frekuensi mengunjungi sejumlah kafe favoritnya dahulu telah berkurang. Alasannya lebih pada praktis dan murah dibandingkan kafe-kafe ternama lainnya. Di Bright, cukup mengeluarkan uang sekitar Rp 30 ribu untuk snack dan minuman, bahkan kurang dari itu, Anda sudah dapat berselancar di dunia maya sampai kapan pun dibutuhkan. “Saya biasanya meeting di sini pagi hari sampai makan siang sekitar jam satu atau dua,” tutur Amelia yang mengaku sudah lebih dari sepuluh kali memakai Bright Café untuk meeting.

Kalau Amelia lebih pada meeting informal, lain halnya dengan Budi Seherman, Marketing di perusahaan rokok British American Tobacco (BAT) ini juga pernah memakai Bright untuk pertemuan formal yang menghadirkan sekitar 7 orang di SPBU Jalan Industri, Kemayoran dan Gatot Subroto. Dari segi kenyamanan, lokasi dan kemudahan akses internet, Bright masih representatif. Tetapi Budi mengaku untuk meeting formal di sana masih berkendala. Diantaranya, karakteristik dinding kafe yang terbuat dari kaca akrilik justru mengganggu jika harus menampilkan slide. Cahaya matahari yang terserap dinding kafe membuat pantulan cahaya pada slide sehingga gambarnya pun menjadi tidak jelas dan fokus. Screen proyektor di jalan Gatot Subroto tidak otomatis tersedia, kecuali memesan sebelumnya. Berbeda dengan di Kemayoran yang sebagian dindingnya bisa dijadikan screen secara otomatis.

Bukan itu saja, soal privasi pria yang juga hobi meeting di kafe ini masih mencatat ada kelemahan. Karena ia hanya mengundang sekitar 7 orang rekannya sehingga kafe tidak bisa digunakan optimal alias tidak pengunjung lain bisa hilir mudik datang ke kafe yang secara langsung mengganggu kenyamanannnya. Situasi tersebut memang telah diakui Ivan Asmara, General Marketing PT Artha Mentari selaku pengelola teknis kafe dan penyuplay bahan logistic Convinience Store (C-Store). Menurutnya dengan peserta rapat yang sedikit dalam arti kurang dari 10 orang, ia tidak bisa serta merta menutup kafenya. Hitung-hitungan bisnisnya istilahnya belum nutup. Kecuali jika peseranya banyak (lebih dari 10 orang) dan ada konfirmasi satu atau dua hari sebelumnya, tentu persiapan di kafe sendiri akan lebih matang., Seperti yang dilakukan Bank Mandiri saat melakukan meeting formal di kafe Bright Jalan Gatot Subroto. Karena jumlah peserta meetingnya banyak mendekati 20 orang dan ingin lebih privasi maka untuk beberapa jam ia menutup kafenya dari pengunjung lain. .Sebagai kompensasi ditutupnya area kafe, Ivan pun meminta kesediaan peserta meeting untuk memesan makanan dari kafe. Ia melarang ada makanan lain di luar kafenya. Hal ini dilakukan sebagai kompensasi dari sewa ruangan yang digratiskan.

Meskipun begitu, harga makanan yang dipatok Bright cukup murah dan terjangkau yaitu sekitar Rp 30 ribu hingga Rp 90 ribu. Contohnya, menu termurahnya adalah satu burger Bright (snack) atau nasi goreng dan minuman. Sedangkan untuk harga tertinggi yaitu Rp 90 ribu, Anda bisa mendapakan snack, teh atau kopi, soft drink dan makan siang. Soal waktu biasanya berkisar antara 2 hingga 6 jam. Kecuali untuk kepentingan di luar itu seperti syuting sinetron, PT Artha Mentari menarifkan harga sewa Rp 1,5 juta per dua jamnya. Praktis aktivits kafe dan toko untuk sementara waktu ditutup dari pengunjung lain. SPBU yang beberapa kali digunakan untuk syuting sinetron adalah SPBU di TB Simatupang. SPBU ini terbilang paling luas di Jakarta dengan luas area 4.000 meter persegi. Sedangkan untuk kafenya dibuat indoor dan outdoor. Indoornya terisi 6 sitter, sedangkan out doornya sekiatr 24 sitter.

Inspirasi dari Convinience Store (C-STORE)

Gagasan pendirian kafe ini baru diluncurkan tahun 2007 lalu. Berangkat dari konsep sebuah convenience store (C-Store) yaitu toko yang menjual barang-barang kebutuhan orang selama dalam perjalanan yang telah dikembangkan tahun 2005, Bright Cafe ini memang masih dalam tahap pematangan konsep. Awalnya pun hanya C-Store dengan mini kafe. Orang datang mengisi bahan bakar, secara sambil lalu membeli makanan dan minuman ringan, rokok, lantas duduk-duduk sebentar sembari menunggu mobilnya diisi bahan bakar atau ke toilet, kemudian pergi lagi. Lantaran itulah pada awalnya Pertamina selaku pemilik brand Bright C-Store dan Bright Café ini hanya menyediakan sekitar 4-5 kursi yang lebih difungsikan sebagai tempat transit yang letaknya berdampingan dengan C-Store. SPBU di Jati Bening, Bekasi menjadi tempat uji coba mini kafe yang berdiri di atas lahan khusus seluas 49 meter persegi.

“Rupanya sambutan pelanggan Pertamina cukup responsif. Akhirnya kita membuka lagi gerai kafe di TB Simatuoang,dsc_21466 dilanjutkan di Jalan Industri, Gatot Subroto, Kuningan dan Pramuka. Totalnya hingga saat ini baru ada 4 gerai yang benar-benar berupa café. Dalam artian, memilki luas lebih dari 60 meter persegi yang memuat sekitar 22 hingga 24 kursi,” papar Ivan. Dari keempat kafe itu semuanya berada di tingkat dua, hanya Bright di Pramuka yang berada di lantai satu berdampingan dengan C-Store.

Dalam perkembangannya kafe ini bukan saja tempat transit pengunjung SPBU untuk beristirahat, tetapi juga kerap digunakan sebagai tempat hang out. Fasilitas Wifi hingga 20 laptop, hidangan ringan yang lezat dan tidak pake lama ini, serta buka selama 24 jam memberikan angin segar bagi sejumlah kalangan yang ingin menghabiskan waktu malamnya. Tak heran jika di kafe ini tepatnya di Kuningan pernah dijadikan tempat ulang tahun. Sejumlah acara meeting dan training dari konsultan Pertamina, McKencey pun kerap diadakan di kafe yang berkapasitas maksimal untuk meeting sekitar 30 orang.

“Ini merupakan peluang yang harus kita tingkatkan baik dari segi pelayanan, format kafe, networking maupun promosinya,” terang Ivan. Sambil terus menjajaki pasar, ternyata didapat insight bahwa untuk kafe ini ke depannya akan dikembangkan ke arah meeting point yang lebih nyaman, penuh privasi, dan praktis. Selain itu, ke depannya juga kafe semuanya akan dididirkan di lantai satu. Dilihat dari psikologis pengunjung toko dan kafe yang begitu mobile, lantai 2 masih terlalu menyulitkan alias tidak praktis. Cukup format seperti di jalan Pramuka, kafe bersanding dengan toko di lantai 1. Ada sekitar 1.400 SPBU Pertamina di seluruh Indonesia. Berarti akan ada 1.400 kafe juga yang dibangun. Wah…bakal semakin ramai nih.

Tapi..eitt tunggu dulu, untuk mendirikan kafe Bright ini rupanya ada banyak pertimbangan. Makanya tidak semua SPBU yang Anda temui tidak memiliki kafe meskipun dari segi lokasi dinilai strategis. “Kalau untuk lokasi, memang kita milih bangt. Karena menyangkut juga imej Pertamina maupun pelanggannya yang ingin privasi lebih,” ungkap Ivan. Lantas SPBU yang seperti apa yang boleh mendirikan kafe ? Tidak cukup hanya dari segi kawasan dan akses, SPBU ini juga harus beromset per harinya 45 AL atau 45 ribu liter bahan baker.. Omsetnya memenuhi, tapi jika kebanyakan yang ngisi adalah angkot berbahan solar ataupun motor, tetap juga tidak bisa. Diupayakan semakin banyak yang menggunakan Pertamax akan semakin baik. Artinya, orang yang memakai Pertamax itu bisa ditebak kebanyakan adalah kendaraan roda empat berkelas B plus, sedangkan untuk C-Store masih bisa dikunjungi oleh target pasar kelas B minus. Area parkirnya pun harus dapat menampung sekitar 15 hingga 20 kendaraan. Salah satu keunggulannya lagi, parkir di area SPBU ini gratis.

Sekalipun semua syarat tersebut bisa dipenuhi, pengelola perlu juga memperhatikan standar area SPBU. Area yang luas tidak menjamin dapat mendirikan kafe. Sebagai contoh SPBU di jalan TB Simatupang, areanya cukup luas sekitar 4.000 meter persegi, tetapi untuk area C-Storenya cuma disiapkan 49 meter persegi, sehingga Pertamina pun hanya bisa membuat kafe mini dengan 4-6 tempat duduk. Area outdoor juga dibuka dengan 25 sitter, tetapi ini bukan format ideal karena masih dalam tahap penjajakan “Idealnya, saat ini kami masih merujuk pada Bright Café di Pramuka,” tambahnya. Sekalipun dipaksakan, menurut Ivan, paling tokonya diperkecil, dan kafenya dibesarkan tanpa mengurangi ukuran semula.

Bagaimana jika areanya khusus kafe dan toko ini diperluas ? logikanya bisa saja dilakukan, namun rupanya tidak semudah yang dibayangkan. Pertama, Pertamina harus ijin lagi ke Pemda, kedua, prosesnya jadi rumit karena area SPBU ini telah eksis. Dalam artian, tata letak penyimpanan bahan bakar di dalam tanah, tempat penyerapan air, mesin, space ruang terbuka, jarak dari badan jalan, dan sebagainya telah diatur sesuai standard an porsinya. Kkalau begitu, sebelum membangun SPBU, didesain saja lahan peruntukan untuk kafe dan toko. Logikanya memang bisa seperti itu. Untuk toko tidak masalah bisa langsung berdiri bersamaan dengan beroperasinya SPBU, tetapi untuk kafe tetap butuh waktu dan pengujian sesuai dengan persyaratan tadi.

Itulah sebabnya pertumbuhan C-Store tidak sebanding dengan kafe. Saat ini Pertamina baru memiliki 27 gerai C-Store. Tahun depan akan dikembangkan menjadi sekitar 40 sampai 50 gerai lagi di seluruh Indonesia. Dari jumlah itu, ditargetkan sekitar 12 kafe dibangun. Soal lokasinya, masih belum dapat ditentukan karena harus memenuhi persyaratan tadi. Tetapi, untuk mini kafe jika diperlukan tidak masalah didirikan.

Kafe Berselera Laki-laki

Jika dibandingkan dengan SPBU di Singapura, konsep Indonesia yang baru mengembangkan SPBU kea rah multifungsi ini memang tergolong terlambat. Kalau di Singapura, SPBU itu sudah terintegrasi dengan mini market yang menjual aneka kebutuhan rumah tangga. Di Indonesia menginat minimarket telah banyak tersebar, untuk di SPBU cukup dibangun toko yang menjual barag-barang kebutuhan pengunjung dalam perjalanan. Convinience Store menjadi format yang tepat untuk pangsa pasar SPBU Indonesia. Yaitu pangsa pasar yang didominasi laki-laki (dibanding perempuan, laki-laki masih banyak yang menyetir mobil), maka barang-barang yang dijual pun disesuaikan dengan selera laki-laki. Seperti rokok dan aneka minuman ringan.

Gaya hidup lelaki ini pula yang menginspirasi desain interior kafe yang divisualisasikan serba minimalis dan sporty. Untuk minumannya juga dinamakan khas bahan bakar Pertamina yang juga sarat dengan selera laki-laki. Seperti Premium, Pertamax, Pertamax Plus, Biosolar, Hot Mesran, Hot Prima XP Capucino. Bukan hanya sekedar nama, dari bentuknya juga disesuaikan dengan warna bahan bakar. Untuk Premium yang berwarna kuning, dibuatlah juz apel yang dicampur soda. Pertamax berwarna biru dikemas dari Pepsi Blue dicampur dengan orange. Nah untuk Pertamax Plus, campuran chery, soda dan gula cukup memberikan kesan berbeda dengan Pertamax biasa. Minuman ini sangat khas dan hanya ditemui di Bright Café.

Tinggalkan komentar

Filed under venue

PUSAT DAKWAH ISLAM (PUSDAI) BANDUNG

Bila dari lihat sisi fisik memang, Pusdai adalah merupakan sebuah kawasan mesjid. Tetapi tentunya bukan sekedar mesjid tempat melaksanakan salat. Ada fungsi ibadah secara luas yang ingin ditampilkan pengelolanya Yayasan Darma. Sesuai dengan misnya yaitu dakwah yang berarti menyebarkan hal-hal yang baik untuk kehidupan umat manusia, Pusdai yang rampung berdiri sejak 1997 ini telah menyiapkan sejumlah ruang baik di dalam maupun luar area untuk beragam aktivitas. Salah satunya adalah Gedung Serba Guna Bale Asri seluas 1.200 meter persegi dapat difungsikan sebagai tempat pesta pernikahan, pameran, gathering ataupun training. Desain interior Bale Asri yang menawan dengan memadukan unsur Melayu-Sunda klasik terlihat begitu elegan sebagai venue untuk menggelar aneka kegiatan. Tak heran jika Bale Asri ini menjadi langganan sejumlah pejabat kota Bandung maupun kalangan pengusaha menggelar resepsi pernikahan.

pusdaiSelain itu, penyelenggara event Igana Pernana mengaku sukses menyelenggarkan pameran pernikahan adat tradisional pada Februari lalu di gedung yang berkapsitas 5.000 orang ini. Tahun depan, Igana pun telah mengontrak Bale ini untuk event serupa dengan target pengunjung lebih besar. Untuk menuju ke Pusdai, sangatlah mudah. Terletak di Jalan Diponegoro, hanya sepelemparan batu dari pusat pemerintahan kota Bandung (Gedung Sate), 5 menit dari kampus Unpad-Dipati Ukur dan 15 menit jika datang dari arah tol Cipularang.

FASILITAS

· 1 Gedung Serba Guna Bale Asri seluas 1.200 m2 yang dapat memuat lebih dari 3000 orang, lengkap dengan ruang VIP, panggung, dapur, dan ruang serba guna

· 3 ruang seminar berkapasitas mulai dari 40, 50 dan 100 orang, termasuk satu ruang multimedia

· Plaza outdoor untuk konser music, pameran, dan sebagainya

· Perpustakaan dan lembaga bahasa

· Butik busana muslim

· Layanan ibadah haji

Alamat

Jl. Diponegoro No. 63 Bandung

T. (022) 7217531/32, 7205750, 7205807

F. (022) 72057501/ 721 7531

1 Komentar

Filed under venue

THE VENUE CONCERT HALL BANDUNG

Dari sekian banyak konser musik digelar di kembang-Bandung, menginspirasikan Hendara Lie yang merupakan pemilik perusahaan lighting Mata Elang berkolaborasi bersama Harry Kiss yang notabene juga pemilik perusahaan sound system Harry Kiss Production mendirikan venue konser yang benar-benar memenuhi standar. Kedua praktisi industry MICE ini kerap melihat banyaknya kelemahan gedung konser yang ada. Diantaranya, keterbatasan ruang, bahkan hampir tidak pernah dipikirkan untuk orang cacat, listrik berdaya rendah juga dibatasi penggunaanya hanya 5000 watt, parkir sulit dan lagi tidak bisa menampung banyak kendaraan, peralatan sound system yang kurang memadai dan sebagainya. Berbagai kelemahan itu tidak akan Anda temui di The Venue Concert Hall ala Hendra dan Harry.

venue-concert-hall-bBerdiri di atas lahan 1.400 m2, lapangan tenis di kawasan nongkrong anak-anak muda Bandung, Eldorado ini disulap menjadi venue konser yang cukup elegan yang sebelumnya belum pernah ada di Bandung. Berdaya tampung sekitar 2.500 orang, Anda dapat menikmati alunan musik yang benar-benar pul terdengar indah di telinga. Ini terjadi karena keseluruhan dindingnya dirancang sempurna sehingga dapat memimalisir titik pantul dan menjernihkan suara. Di sana juga tersedia ruang free function untuk pengunjung yang ingin meregangkan otot akibat kelelahan.

Meski konsep awalnya memang didesain khusus untuk konser, The Venue juga dapat digunakan untuk pameran dan konferensi. Atap setinggi rata-rata 12 meter, terbilang lega untuk mendesain booth sesuai selera penggunanya. Ditambah fasilitas loading dock yang memiliki 2 pintu selebar 4 meter dan tinggi 10 meter ini sungguh memberikan kemudahan untuk bongkar-muat properti.

FASILITAS

· Area konser berkapasitas 2.500 orang

· Area parkir yang dapat menampung lebih dari 600 mobil dan 20 bus.

· Free function room seluas 36 x 36 m untuk istirahat penonton

· Ruang VIP untuk artis]

· Jalan khusus untuk penyandang cacat

· Kamera CCTV di 16 titik selama 24 jam

Alamat

Eldorado The Family Club

Jl. Dr. Setiabudi 43 B Bandung

T. (022) 2011666

F. (022) 2010814

Tinggalkan komentar

Filed under venue

IPB INTERNATIONAL CONVENTION CENTRE (IICC)

Rupanya, dunia MICE telah merambah kota Asinan ini. Setelah berhasil mengembangkan kota yang memiliki banyak resor untuk meeting, lini industri MICE semakin hidup dengan hadirnya IPB Convention Centre yang mulai dioperasikan sejak Juli 2007. Sesuai namanya IPB Convention Centre, memang gedung ini dikelola penuh oleh IPB. Setidaknya, IICC ini dapat mempermudah jalannya IPB untuk go international. Karena selain dapat dimanfaatkan untuk pameran, konser musik, pertemuan atau konferensi internasional, gedung yang berdiri di area Bogor Agricultural Centre (BAC) ini juga akan dioptimalkan penggunaannya sebagai pusat publikasi dan sosialiasasi hasil-hasil penelitian mahasiswa IPB yang selama ini sulit terekspose.

Meski belum genap setahun beroperasi, IICC ini kerap menjadi tempat penyelenggaraan konferensi bertaraf internasional, sebut saja di bulan Juni 2008 lalu, digelar konferensi internasional Jatropha (Jarak Pagar), konferensi ilmiah kedokteran hewan se-Asia, dilanjutkan dengan konferensi nasional peneliti veterliner dan masih banyak lagi event ilmiah yang bakal digelar di sini. Karena seringnya menggelar event berkonteks ilmiah, IICC menjadi identik dengan venue ilmiah. Meski begitu, IICC ini membuka lebar-lebar untuk berbagai event yang ada. Untuk menuju IICC ini sangat mudah, hanya 10 menit dari tol dan terminal Baranang Siang. Letaknya persis di samping kampus IPB-Pajajaran.

FASILITAS

· Convention hall berkapasitas 2.500 orang (standing) dan 1.200 seat. Total seluruh area IICC bisa menampung sekitar 4.000 orang

· Beberapa ruang meeting berkapsitas mulai dari 30 hingga 120 orang

· Kapasitas listrik mulai dari 2.200 watt hingga 4.400 watt

· Area parkir yang menampung lebih dari 300 kendaraan

· Koneksi internet

· Area komersial

Alamat : Botani Square Lt. 2 Jl. Pajajaran Raya Bogor

T : (0251) 8400 658

F : (0251) 8400 659

Tinggalkan komentar

Filed under Hotel MICE

HOTEL SAVOY HOMAN BIDAKARA

Tak ada yang mengetahui persis kapan hotel ini berdiri. Pastinya dari berbagai sumber yang ada disebutkan hotel ini sudah berdiri sebelum tahun 1888. Dimiliki oleh A. Homan seorang imigran berkebangsaan Jerman yang merantau di tanah Priangan sekitar tahun 1870. Awal tahun 1937 hingga 1939, hotel yang terletak di kawasan bersejarah kota Bandung itu direnovasi. Ketika menjelang kemerdekaan RI, Hotel ini sempat dijadikan markas Palang Merah Internasional. Meski Indonesia telah merdeka, hotel ini masih tetap dikelola oleh seorang Belanda bernama Mrs. Van Es de Brink. Sampai tahun 1952 kepemilikan sepenuhnya dipegang oleh orang Indonesia yaitu RHM Saddak.

savoy1Pada masa Saddak, sekitar tahun 1960 – 1970, hotel ini menjadi tempat pelatihan karyawan hotel seluruh Indonesia. Di tangan Saddaklah Savoy menjadi salah satu hotel terbesar di Asia Tenggara setelah sebelumnya pernah digunakan untuk tempat menginap para delegasi Konferensi Asia Afrika di Gedung Merdeka tahun 1955. Pada tahun 1987, Saddak menjual hotel ini kepada H.E.K Ruchiyat yang tak lain adalah pemilik Hotel Panghegar sehingga namanya menjadi ‘Savoy Homann Panghegar Heritage Hotel’. Baru pada tahun 1989, hotel ini resmi menyandang predikat bintang empat.

Krisis moneter tahun 1997 membuat pemiliknya harus berbagi investasi dengan pihak lain sehingga dijualah Savoy kepada Bidakara Foundation. Lantaran itulah sejak tahun 2000, nama Panghegar dihilangkan berganti menjadi Savoy Homan Bidakara Hotel dan semakin mantap mengukuhkan dirinya sebagai hotel MICE. Berbagai pertemuan dan konferensi telah digelar di sni. Belum lama sekitar Agustus 2008 lalu, hotel ini menjadi tempat pertemuan International Board Meeting untuk International Olympiade on Astronomy and Astrophysics (IOAA) ke-2 yang diikuti peserta dari 24 negara.

FASILITAS

· 17 ruang meeting berkapasitas 10 hingga 2.000 orang.

· Free internet access khusus untuk tamu yang menginap

· 185 kamar

· Pusat bisnis

· Arena olah raga : fitness centre, kolam renang,

· Ruang bermain untuk anak-anak (games room)

· Bar dan restoran, garden restaurant

Jl Asia Afrika 112, Bandung

T : (+62-22) 4232244

F : (+62-22) 4236187

Tinggalkan komentar

Filed under Hotel MICE

HOTEL HORISON BANDUNG

Dibangun pada tahun 1992, hotel yang terletak di Jalan Pelajar Pejuang 45 ini menyempurnakan kota Paris Van Java sebagai kota tujuan MICE dan destinasi yang bergengsi di tanah air. Sejak dideklarasikan sebagai sebuah hotel bisnis, wisata sekaligus konvensi tahun 2003 lalu, Horison telah menyiapkan convention hall yang dapat menampung sekitar 750 hingga 2.500 orang. Ini menjadi convention hall terbesar di kota Bandung yang dimiliki hotel bintang empat. Area parkirnya pun cukup luas bisa memuat sekitar 400 kendaraan.

horison-bdgMenariknya, hotel ini memiliki kolam renang berstandar olimpiade yang terbesar di Bandung. Di area kolam renang pun Anda dapat menyelenggarakan berbagai acara seperti gathering, pesta pernikahan, dan pameran. Bahkan jika Anda membutuhkan, kolam yang berkanopi ini dapat ditutup untuk membangun panggung di atasnya untuk konser music (live entertainment).

FASILITAS

  • 209 kamar
  • 12 ruang meeting berkapasitas 10 hingga 2.500 orang, outdoor space di kolam renang bisa digunakan sesuai kebutuhan.
  • Akses internet gratis via WIFI juga disediakan 2 komputer gratis untuk pengunjung yang ingin mengakses internet
  • Layanan perencanaan perjalanan beraneka paket wisata di Bandung
  • Pusat bisnis
  • Arena olah raga dan pusat kebugaran
  • Spa dan Sauna
  • Café & Restoran

Alamat

Jln. Pelajar Pejuang 45 No. 212

T. (022) 730 5000, 7318993, 7300891

F. (022) 7305462

E. rsv@horisonbandung.com

http://www.horisonbandung.com

Tinggalkan komentar

Filed under Hotel MICE

HOTEL HYATT REGENCY

Adalah hotel mewah bintang lima di Bandung. Seperti halnya 6 hotel Hyatt lainnya di Indonesia yang tersebar di sejumlah kota: Jakarta, Yogyakarta, Surabaya dan Bali, hotel yang tergabung dalam Global Hyatt Corporation ini memang memberikan tidak saja kemewahan tetapi juga keleluasaan bagi Anda yang ingin mengadakan berbagai acara. Di sini tersedia 11 ruang pertemuan berkapasitas mulai dari 10 hingga 1.200 orang. Termasuk juga jika Anda ingin mengadakan meeting dalam nuansa lebih eklusif, pengelola telah menyiapkan 8 ruang pertemuan yang dapat dirancang secara private untuk 10 hingga 20 orang saja.

hyatt-bandungSejumlah acara konferensi internasional seperti Konferensi Internasional FTEC (Fluid and Thermal Energy Conversion) yang mengundang puluhan peserta dari 12 negara, Asian African Forum 2007 pernah diadakan di hotel yang berdiri sejak tahun 1997 ini. Belum lama konferensi kedokteran tingkat nasional pun digelar di sini.

Letak yang strategis di jantung kota Bandung dan kemudahan akses menuju stasion dan bandara Husen Sastra Negara menjadi salah satu keuntungan tersendiri untuk Anda yang begitu mobile.

FASILITAS

§ 11 ruang pertemuan berkapasitas 10 hingga 1200 orang, lengkap dengan screen 4 x 6 meter dan Infokus,

§ 252 kamar

§ Akses internet jika dibutuhkan (charge)

§ Layanan medis 24 jam

§ Layanan peminjaman Limosine 24 jam

§ Arena olah raga : kolam renang, tenis, squash court, fitness centre ( Club Olympus)

§ Bar & restoran

§ Spa & Sauna

§ Arena bermain anak dengan aneka program (Camp Hyatt)

§ Pusat bisnis

§

Alamat

Jl. Sumatera No. 51 PO BOX 1431 Bandung

T. (022) 421 1234

F. (022) 421 0380

E. bandung.regency@haytt.com

http://bandung.regency.hyatt.com

Tinggalkan komentar

Filed under Hotel MICE