GRAND MERCURE YOGYAKARTA

Diantara hotel-hotel di Yogyakarta, bisa dikatakan Hotel Grand Mercurelah yang syarat dengan nostalgia sejarah Indonesia masa kolonialisme. Hotel yang berdiri sejak tahun 1918 ini adalah milik seorang pengusaha Cina asal Semarang dan telah berulang kali berganti nama yang disesuaikan dengan penyewanya. Pada 1930, karena seorang Belanda menyewa, maka dinamai Spledid. Saat Jepang menguasai Indonesia tahun 1942, hotel ini pun jatuh ke tangan Jepang dan namanya menjadi Hotel Yamato. Kemudian tahun 1945 Jepang menyerah, hotel ini beralih fungsi menjadi rumah konsul China. Baru pada tahun 1951, bangunan ini kembali ke tangan Indonesia. Direktur Pariwisata pernah menyewa hotel ini. Saat itulah namanya diubah menjadi Hotel Merdeka. Presiden pertama RI, Soekarno pernah berkantor sementara di hotel ini, ketika ibu kota Indonesia dipindahkan ke Yogyakarta.

Rupanya, nama Hotel Merdeka hanya bertahan sampai 1987, dan dikembalikan ke cucu pemiliknya, bernama Sulaeman. Pembenahan dan renovasi pun dilakukan untuk memfungsikan kembali sebagai hotel. Tepatnya tahun 1993, hotel ini resmi berganti nama menjadi Hotel Phoenix Heritage. Seiring dengan perjalanan waktu, hotel ini pun mengalami perubahan manajemen. Hingga pada tahun 2003, Accor Group mengambil alih manajemen dan merenovasi besar-besaran. Pada tanggal 14 Mei 2004, barulah nama Grand Mercure dicanangkan seiring dengan positioning barunya yaitu hotel heritage dan MICE. Meski beberapa kali mengalami perombakan, namun ciri khas hotel berarsitektur nuansa colonial dengan sentuhan dekorasi Jawa ini masih begitu kentara.

Sebagai hotel MICE (Meeting Incentive Convention and Exebition), Grand Mercure dapat dijadikan referensi tempat pertemuan, rapat, seminar atau workshop yang representatif. Ada 2 ballroom dan 6 ruang pertemuan yang terletak menyebar dalam 4 lantai bangunan. Sejumlah perusahaan besar seperti Coca Cola, Merk, Indosat sering mengadakan meeting di hotel ini.

Fasilitas :

· 2 ballroom yaitu Phoenix Ballroom (24 X 12,5 Meter) dan Pandawa Room (20 X 11 Meter) dengan kapasitas 500 – 600 orang dengan Theatre Style. Phoenix Ballroom dapat dibagi menjadi 3 ruang meeting kecil dengan kapasitas 60 hingga 70 orang.

· 6 meeting room lain dengan kapasitas variatif mulai dari 10 orang hingga 40 orang. per ruangnya. Paket meeting half day dan full day dimulai dari harga Rp. 160,000 – Rp. 200,000 nett/pax.

· Fasilitas meeting room: Screen, Standard Sound system and staff in charge, Flip Chart, Pen and Note pad, Candy and ice water, white board, maker and aresr, reception table, mini garden and free electricity.

· 144 kamar, diantaranya 10 Suite Room dengan balkon pribadi, 1 kamar untuk penyandang cacat.

· Free Akses internet WIFI di kamar dan ruang meeting

· Restoran Paprika berkonsep dapur terbuka menyajikan menu makanan asia, 1919 terrace lounge, dan Vino Wine Bar.

· Rental mobil Limousine dan Business Centre

· Butique and Gift Shop

· Akses : 20 menit dari bandara Adisutjipto Yogyakarta dan hanya 5 menit menuju Malioboro serta sejumlah obyek wisata lainnya.

Jl. Jenderal Sudirman 9 Yogyakarta
Telp : 0274-566617, sms reservation : 0812 2693900
Fax : 0274-568656

E : info@grandmercureyogya.com

http://www.grandmercure.com/asia

Tinggalkan komentar

Filed under Hotel MICE

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s