Pusdai : Pionir untuk Mesjid MICE Indonesia

Bagi sebagian orang merasakan nuansa berbeda jika mengadakan pertemuan atau pesta pernikahan di lingkungan mesjid. Pusdai menangkap celah itu. Keberadaannya bukan sekedar venue salat, tetapi juga venue untuk meeting, gathering, pernikahan bahkan wisuda. Dan, lewat venue inilah pundi-pundi rupiah itu mengucur deras…

 

Ini  menjadi salah satu referensi bagi kalangan industri MICE bahwa untuk mencari venue tidak hanya berujung pada convention hal, hotel, mal atau gedung pertemuan lainnya. Cobalah untuk melihat Pusat Dakwah Islam (Pusdai)  di Jalan Diponegoro 63 Bandung. Lokasi yang cukup prestise di kota Bandung. Berdekatan dengan Gedung Sate dan Lapangan Gasibu.

 

Sepintas dari namanya, memang kurang populer bagi MICE. Namun jika ditelisik lebih dalam, nama ini juga menyemburatkan makna MICE, Pusat Dakwah Islam. Dakwah adalah suatu aktivitas yang mengabarkan hal-hal yang berguna bagi manusia dalam hidupnya. Tentunya hal ini memang sarat dengan nilai kedekatan manusia dengan Tuhannya. Jika diasosiasikan, MICE ini juga merupakan suatu bentuk aktivitas manusia, yang sudah barang tentu berguna bagi kelangsungan hidup.

 

Namun apalah arti sebuah nama, jika tidak mencerminkan aktivitasnya. Sebagai sebuah Pusat Dakwah Islam, bangunan milik Pemda Jawa Barat seharga Rp 49 Miliar ini sejak awal memang dirancang bukan hanya untuk tempat ritual ibadah dan memperdalam ilmu agama, tetapi lebih dari itu yaitu sebagai pusat kegiatan social kemasyarakatan (muamallah), pusat pendidikan, dan pusat kegiatan ekonomi umat.

 

 Itulah mengapa di atas lahan 4,5 Ha tersebut berdiri bukan hanya mesjid, tetapi juga beberapa ruang Pusat kegiatan dakwah : Gedung Serba Guna (GSG) Bale Asri,   ruang seminar, plaza ruang terbuka, perpustakaan dan lembaga bahasa, perkantoran, balai pengobatan, wartel, butik, minimarket dan kantin. Bahkan bulan Ramadhan ini akan dibuka ruang baru, ruang multimedia berkapasitas 50 orang.

 

Sebagai daya tarik, bangunan yang dikelola Yayasan Darma Asri ini punya arsitektur yang menarik dan unik. Ini bisa dilihat dari susunan bangunannya yang khas Timur Tengah. Ditandai dengan atap beton, tidak bergenteng. Ornamen lanskap yang bercelak seperti daun yang saling menguntai satu sama lain.  Belum lagi lorong-lorong yang tersambung harmoni dalam untaian setengah lingkaran yang menghubungkan antar tiang-tiangnya. Balutan warna hijau muda keabuan pada gedung Pusdai ini semakin menambah kesan lapang  meneduhkan.

 

 Anda pun dapat menikmati ornamen ukiran kayu yang memadukan motif Sunda dan Melayu. Kesan Melayu ini jelas kentara pada ukiran dinding utama Bale Asri dan mesjid utama. Sehingga banyak orang memandang mesjid ini adalah perpaduan arsitektur Melayu dan Timur Tengah.

 

Tak percuma memang menghabiskan dana puluhan Miliar dalam waktu pembangunan 20 tahun kalau pada akhirnya memanen buah yang manis. Ya..sejak 1997 diluncurkan, Pusdai Bandung berhasil menyemarakkan kegiatan keislaman di kota Bandung.  Yang paling membanggakan adalah mesjid ini berdaya. Berdaya sebagai venue yang multifungsi. Bahkan, dari venue-venue itulah Pusdai hidup. Bukan hanya bisa menghidupi dirinya sendiri, tetapi juga berkontribusi pada pemiliknya, Pemda Jabar. Ini menepis penilaian banyak orang bahwa mesjid identik dengan obyek peminta uluran tangan donatur. Pusdai justru berupaya menciptakan tren. Dari mesjidlah potensi ekonomi itu terkuak. Dan, tren itu kini tengah menyempurnakan bentuknya. Mesjid menjadi tempat pertemuan yang punya nilai tersendiri, yang belum dapat terisi oleh venue lainnya.

 

Gedung Serba Guna (GSG) Bale Asri itulah terobosannya. Keberadaannya kini menjadi ‘mesin pencari uang’ segala aktivitas Pusdai termasuk menghidupi ratusan karyawan mesjid. Untuk itu, memang dari awal Bale Asri yang memiliki luas 1200 meter persegi ini dikemas demikian serius. Mulai dari desain interior pada dindingnya yang berlapis kayu dan besi fernikel ini diukir dengan motif  Melayu-Sunda klasik bercorak merah keemasan. Begitu memukau dan elegan. Dipadu dengan  lantai marmer bercorak alam, menambah kesyahduan dan keasrian ruangan. Bukan itu saja, ruangan ini pun dilengkapi dengan dua pintu toilet, ruang pantry dan saji makanan khusus untuk catering seluas 200 meter persegi juga AC 100 peka. Bale Asri ini memang sangat pas untuk pesta pernikahahan tradisional, selain juga untuk pameran, gathering, training, dan wisuda.

 

Tak heran jika gedung ini cukup laris untuk acara pernikahan. Dalam sebulan, hampir tidak pernah nihil untuk pernikahan. Di bulan Agustus saja ada 12 acara. Bulan November 2008 ini yang bookinguntuk pernikahan sudah tercatat 18 acara. Belum lagi acara lainnya. Bisa dikatakan cuma tiga hari gedung ini merasakan refreshing.

 

Bulan Februari 2008 lalu, bale ini dipakai untuk tradisional wedding fair yang pertama di Bandung. Hasilnya sangat memuaskan penyelenggara, Igana Permana, dan sejumlah peserta pameran. Bagaimana tidak, pameran selama tiga hari itu bisa mendatangkan lebih dari 5000 pengunjung per harinya. Dan, tanpa mempertimbangkan lagi, Igana langsung membookingacara serupa di bulan yang sama tahun 2009.

 

Dari segi sewanya, Bale Asri siap disandingkan dengan hotel bintang empat dan lima. Bahkan dari harganya ini, semakin menambah prestise kalangan tertentu. Bayangkan saja, harga sewa gedungnya saja, Anda harus menyiapkan Rp 18,5 juta untuk pemakaian siang hari di weekend, dan Rp 20 juta malam harinya. Sedangkan, di hari biasa, Anda cukup membayar sewa Rp 12  juta siang hari, dan Rp 16 juta malam harinya. Harga ini sudah diperhitungkan dengan masa persiapan.

 

Harga itu sudah termasuk fasilitas standar seperti listrik 5000 Watt, AC, sound system 2000 watt 6 mix, 1unit karpet jalan, kursi pengantin, kursi susun 100 buah, dan panggung kesenian seluas 3,6 x 4 meter. Kemudian, pengelola juga menyediakan ruang VIP, ruas rias, dan mesjid lengkap dengan perlengkapan akad nikah jika pemangku hajat membutuhkannya. Di luar fasilitas standar, jika Anda membutuhkan fasilitas tambahan seperti partisi, meja dan kursi, karpet, Pusdai bisa menyediakannya. Tinggal disiapkan saja dana tambahannya.  Harga sewa standar itu sudah temasuk ongkos tim pelaksana lapangan. Biasanya tiap hajatan, pengelola menurunkan sekitar 70 orang tim layanan terpadu yang terdiri dari tim kebersihan, keamanan, parkir, teknisi, mediator, MC, dan administrasi lainnya. Kecuali Anda memerlukan tim keamanan dari kepolisian, pengelola hanya mengurus ijinnya saja. Soal biayanya, dibebankan pada Anda.

 

Kapasitas Bale Asri hanya 2000 orang. Bila tamu Anda melebihi itu, area loby di luar gedung, selasar, dan area parkirnya bisa didesain apik sesuai yang dikehendaki. Total seluruh area sekitar 3000 meter persegi. Untuk keseluruhan area ini, sewanya sekitar Rp 30 juta per harinya. Untuk catering, decorasi, lighting dan perlengkapan lainnya, pengelola Bale Asri telah bekerja sama dengan sekitar 40 vendor terkait. Semuanya ini diserahkan kepada Anda. Mau menggunakan vendor rekanan atau bawa sendiri. Untuk kerja sama vendor ini, pengelola juga telah mengaturnya dalam kerja sama yang saling menguntungkan. Semacam sewa tempat, biaya listrik dan lainnya dikenakan langsung pada vendor-vendor tersebut. Untuk biaya ini dikenakan mulai dari Rp 750 ribu hingga Rp 1,5 juta per vendor.

 

Tanggung jawab pengelola tidak berhenti pada uang sewa masuk kantong. Dua minggu sebelum hari H, pengelola membentuk tim khusus yang berfungsi sebagai mediator untuk memastikan acara berlangsung dengan baik sesuai harapan. Mediator inilah yang mengumpulkan semua pihak yang terlibat kendatipun pemangku hajat telah memiliki EO sendiri. “Pihak-pihak ini saling melaporkan kesiapan masing-masing. Kami juga kembali mempertegas aturan mainnya sekaligus siap membantu persiapannya,” tutur Indra Nugraha yang biasanya bertugas menjadi mediator. Dari briefinginilah biasanya ketahuan hal-hal kecil yang biasanya terlewat. Seperti buku tamu, vas bunga, dan sebagainya. Mediator ini menjadi bagian dari pelayanan terpadu Bale Asri

 

Selain pernikahan, Pengelola juga menarifkan berbeda untuk event  lain seperti pameran atau kegiatan lain yang bermuatan komersil. Seperti wedding fair kemarin, Igana Permana merogoh koceknya hingga Rp30 juta per harinya. Harga ini hanya untuk sewa gedung, biaya listrik, dan AC standar. Untuk partisi pameran seperti pada umumnya diserahkan pada kontarktor pameran. Dan, ini diluar koordinasi dengan Bale Asri. Kecuali jika membutuhkan kapasitas listrik tambahan atau lainnya.

 

Bale Asri juga kerap dipakai untuk seminar atau talk show. Untuk kebutuhan tersebut, Anda bisa menyewanya lebih murah sekitar Rp 16 juta untuk event di hari Juma’at hingga minggu. Di luar itu pastinya lebih murah. Harga yang variatif ini pun menjadikan posisi Pusdai sebagai venue yang diperhitungkan di kota Bandung. Lembaga pendidikan pun mulai melirik Bale Asri untuk berbagai aktivitasnya. Seperti Sekolah Tinggi Ilmu Pendidikan dan Keguruan Siliwangi pernah memakainya untuk wisuda, menyusul Unpad memakainya sebagai tempat orientasi mahasiswa (ospek).

 

Keberhasilan menjual Bale Asri ini tentunya tidak bisa dilepaskan dari factor manajemen Pusdai yang dikelola professional. Bale Asri ini dikelola manajemen khusus dan terpisah pengelolaannya dengan mesjid sejak 2004. Selain untuk bertujuan megoptimalkan pelayanan juga untuk meminimalisir pandangan negative sebagian orang tentang image komersialisasi mesjid.

 

Padahal, mesjid dan Bale Asri ini saling menunjang. Secara fungsinya, mesjid adalah areanya ritual ibadah yang panti non komersiaL.  Sedangkan Bale Asri memang berfungsi sebagai sarana social keagamaan yang di satu sisi menghasilkan profit. Dan, hasilnya memang menguntungkan. Indra pun menyanggah jika seluruh aktivitas di Bale Asri dilihat dari segi profit saja. Pengelola sangat terbuka juga terhadap kegiatan-kegiatan social yang ingin menggunakan Bale Asri. Mereka bisa tanpa biaya, bahkan kalaupun ada hanya biaya listriknya saja. Seperti yang dilakukan oleh ESQ yang mengadakan training gratis untuk para guru. “Kita tidak menarifkan sewanya, hanya ongkos biaya listriknya saja sesuai pemakaian,” ujar Indra coordinator tatalaksana Bale Asri.

 

Bahkan, Anda ingin menggunakan mesjid saja untuk pernikahan tanpa Bale Asri, cukup berinfak saja, kebutuhan pernikahan standar Anda akan disediakan. Kecuali jika Anda membutuhkan MC, khutbah atau saritilawah, ada paketnya sehaga Rp 1,5 juta. Tetapi jika Anda memakai Bale Asri, mesjid sudah tidak perhitungkan dalam biaya. Untuk memberikan kenyamanan klien, pengelola sedemikian rupa mengaturnya sehingga tidak ada dua acara pernikahan sekaligus dalam waktu yang bersamaan.

 

Selain Bale Asri, di Pusdai ini juga memiliki 2 buah ruang seminar berkapasitas 100 orang dan 40 orang. Harga sewanya pun sangat murah sebesar Rp 500 ribu hingga Rp 750 ribu per harinya. Harga ini sudah termasuk listrik 3000 watt, sound system, OHP dan screen, kursi, podium dan meja tamu. Ruang ini biasanya banyak dipakai oleh mahasiswa. Tiap tahun jumlah seminar yang digelar di ruang ini terus merangkak naik. “Tahun 2006 di sini terselenggara 153 acara, kemudian naik menjadi 192 acara di tahun 2007,” ungkap Yogi Prayoga, pengelola ruang seminar. Jika Anda ingin mengadakan acara outdoor, Plaza seluas 2.250 meter persegi dapat Anda gunakan. Biasanya, Plaza ini digunakan untuk konser music dan tablig akbar. Konser Kyai Kanjeng pun beberapa kali diadakan di tempat ini.

 

Area Pusdai ini memang memberikan kesan tersendiri di kalangan penggunanya. Diantara klien-kilen ini, sebagian besar merupakan repeater. Diakui Indra, promosi Pusdai tergolong sangat minim.Pernah merintis promosi lewat internet, tapi karena suatu hal sempat tertunda. Hingga kini, manajemen hanya mengandalkan promo lewat brosur bersamaan dengan  event. Meski demikian, diakui Indra, saat ini Pusdai masih mengandalkan promo dari mulut ke telinga..”Dengan pelayanan yang baik, pasti tanpa disuruh klien kita pun akan bercerita,” tandasnya optimis.

 

 

 

 

Tinggalkan komentar

Filed under venue

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s